Oleh : Umy Fitriah, S.Pd.I
Matahari di padang pasir terasa membakar, Hanya sesekai angina bertiup, menerbangkan debu-debu yang memerihkan mata. Membuat seorang pemuda kerepotan mengarungi samudera pasir yang membentang luas. Namun hatinya sedikit tenang. Unta yang ditungganginya masih muda dan kuat. Ia berharap kendaraannya ini sanggup untuk menempuh perjalanan yang jauh. Karena masih ada separuh perjalanan lagi yang harus ditempuhnya.
“Mudah-mudahan aku selamat sampai ke Mekkah”, katanya penuh harap. “Dan, segera melihat Baitullah yang selama ini aku rindukan” . Panggilan rukun Islam ke lima itulah yang telah membulatkan tekadnya mengarungi padang pasir yang terik.
Di tengah perjalanan, tiba-tiba pemuda itu menatap tajam kea rah seseorang yang tengah berjalan sendirian di padang pasir. “Kenapa orang itu berjalan sendiri di tempat seperti ini?” Tanya pemuda itu dalam hati. Sungguh berbahaya.
Pemuda tersebut menghentikan untanyadi dekat orang itu. Ternyata ia adalah seorang lelaki tua berjalan terseok-seok di bawah terik matahari. Lalu, pemuda itu segera turun dari untanya dan menghampiri. “wahai bapak tua, bapak mau pergi kemana?” tanyanya ingin tahu. “Insya Allah aku ingin ke Baitullah”, jawab orang tua itu dengan tenang. “Benarkah?” pemuda itu terperanjat. Apa orang tua ini sudah tidak waras? “Ke baitullah dengan berjalan kaki?”. “Betul nak, aku akan melaksanakan ibadah haji”, kata orang tua itu menyakinkan.
“Masya Allah, baitullah itu jauh sekali dari sini Pak! Bagaimana kalau bapak tersesat atau kelaparan? lagi pula, semua orang yang kesana harus naik kendaraan. Kalau tidak naik unta, bisa naik kuda. kalau berjalan kaki seperti bapak, kapan bapak sampai kesana?" p”muda itu tercenang, merasa ta’jub dengan bapak tua yang ditemuinya.
Ia yang menunggang unta dan membawa perbekalan saja, masih merasa khawatir selama dalam perjalanan yang begitu jauh dan berbahaya. Siapapun tak akan sanggup menempuh perjalanan sejauh itu dengan berjalan kaki. “Apa ia tidak salah bicara? “ Atau memang orang tua itu sudah terganggu ingatannya? Seketika “Aku juga berkendaraan”, kata bapak tua itu mengejutkan. Si pemuda yakin kalau dari kejauhan tadi, ia melihat orang tua itu berjalan sendirian tanpa kendaraan apapun tapi, bapak tua itu malah mengatakan dirinya memakai kendaraan.
Orang ini benar-benar sudah tidak waras. Ia merasa memakai kendaraan, padahal aku lihat ia berjalan kaki. piker si pemuda geli. “Apa bapak yakin kalau bapak memakai kendaraan? Tanya sang pemuda itu samil menahan senyum. “Kau tidak melihat kendaraanku?’ orang tua itu malah mengajukan pertanyaan yang membingungkan. Si Pemuda kini tak dapat lagi menyembunyikan kegeliannya. “Kalau begitu, apa kendaraan yang bapak pakai, ?” tanyanya sambil tersenyum?
Orang tua itu termenung beberapa saat. Pandangannyamenyapu padang pasir yang luas. Dengan sabar, si pemuda menunggu jawaban yang akan keluar dari mulut orang tua itu. “Akankah ia mampu menjawab pertanyaan tadi?” “Kalau aku melewati jalan yang mudah, lurus dan datar, ku gunakan kendaraan bernama SYUKUR, jika aku melewati jalan yang sulit dan mendaki, kugunakan kendaraan bernama SABAR jawab orang orang tua itu tenang.
Si pemuda ternganga dan tak berkedip mendengar kata-kata orang tua itu. Tak sabar, sang pemuda itu ingin mendengar kalimat selanjutnya dari lelaki tua tersebut. “jika takdir menentukan dan aku tidak sampai ke tujuan, kugunakan kendaraan RIDHO, kalau aku tersesat atau menemui jalan buntu, kugunakan kendaraan TAWAKKAL, itulah kendaraanku menuju Baitullah”, kata bapak tua itu melanjutkan.
Mendengar kata-kata tersebut si pemuda merasa terpesona, seolah melihat untaian mutiara yang memancar indah, menyejukkan hati yang sedang gelisah, cemas dan gundah. Perkataan orang tua itu amat meresap ke dalam jiwa anak muda tersebut. “Maukah bapak naik kendaraanku?” kita dapat pergi ke Baitullah bersama -sama” ajak pemuda itu dengan sopan ia berharap akan mendengarkan untaian-untaian kalimat mutiara yang menyejukkan jiwa dari orang tua itu.
“Terima kasih nak, Allah sudah menyediakan kendaraan untukku. Aku tidak boleh menyia-nyiakannya. Dengan ikut menunggang kendaraanmu, aku akan menjadi orang yang selamanya bergantung kepadamu”, sahut orang tua itu dengan bijak. seraya melanjutkan perjalannya. Ternyata orang tua itu adalah Ibrahim bin Adham, seorang ulama terkenal dengan kebijaksanaanya.
Refleksi Hikmah:
Untuk menempuh perjalanan hidup yang kita lalui ini, bukan mobil mewah yang kita butuhkan sebagai kendaraan kita, bukan pula harta melimpah yang kita butuhkan untuk bekal mengarungi kehidupan ini. Cukup hati yang lapang, yang dapat menampung segala kemungkinan keadaan. Menyediakan bahan bakar SYUKUR, SABAR, RIDHO DAN TAWAKKAL, hidup akan terasa lebih indah jika merasa bahagia.
UU, PP, PERMEN, KEPMEN SEBAGAI LANDASAN YURIDIS PENDIDIKAN DI MADRASAH
5 November 2014, 7:13 am Written by Alfalahiyyah1. UU No: 20 tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional
2. PP No: 19 tahun 2005 Tentang Standar Pendidikan Nasional
3. Pedoman Penghitungan Beban Kerja Guru 24 jam (guru bersertifikasi)
4. PP No: 37 tahun 2009 Tentang Dosen
5. UU No: 14 tahun 2005 Tentang Guru Dan Dosen
6. PP No: 74 tahun 2008 Tentang Guru
7. PP no: 48 tahun 2008 Tentang Pendanaan Pendidikan
8. PP No: 17 tahun 2010 Tentang Pengelolaan Dan Penyelenggaraan Pendidikan
9. PERMENDIKNAS No: 28 Tahun 2010 Tentang Penugasan Guru Sebagai Kepala Sekolah
10. PP No: 36 tahun 2007 Tentang Penyaluran Tunjangan Profesi Guru
11. PERMENDIKNAS No: 10 Tahun 2009 Tentang Sertifikasi Guru
12. PERMENDIKNAS No: 16 Tahun 2007 Tentang Standar Guru
13. PERMENDIKNAS No: 13 Tahun 2007 Tentang Standar Kepala Sekolah
14. PERMENDIKNAS No: 28 Tahun 2008 Tentang Standar Kompetensi Konselor
15. PERMENDIKNAS No: 22 Tahun 2006 Tentang Standar Isi KTSP
16. PERMENDIKNAS No: 19 Tahun 2007 Tentang Standar Pengelolaan
17. PERMENDIKNAS No: 20 Tahun 2007 Tentang Standar Penilaian
18. PERMENDIKNAS No: 24 Tahun 2007 Tentang Standar SARPRAS
19. PERMENDIKNAS No: 23 Tahun 2006 Tentang Standar Kompetensi Lulusan
20. PERMENDIKNAS No: 24 Tahun 2006 Tentang Pedoman Pelaksanaan PERMENDIKBUD 22 – 23
21. PERMENDIKNAS No: 24 Tahun 2006 Tentang Standar Tenaga Administrasi Sekolah/Madrasah
22. PERMENDIKNAS No: 25 Tahun 2008 Tentang Standar Tenaga Perpustakaan Di Sekolah/Madrasah
23. PERMENDIKNAS No: 26 Tahun 2008 Tentang Standar Tenaga Laboratorium Di Sekolah/Madrasah
24. PERMENDIKNAS No:29 Tahun 2005 Tentang BAN – SD/MI
25. PERMENDIKNAS No: 34 Tahun 2006 Tentang Pembinaan Anak Berprestasi
26. Perpu – RI No : 25 Tahun 2000 Tentang Kewenangan otonomi
27. KEPMENDIKNAS No: 129 Tahun 2004 Tentang Pelayanan Pendidikan
28. UU No: 9 Tahun 2009 Tentang Badan Hukum Penyelenggara Pendidikan
29. PP – RI No: 13 Tahun 2015 Tentang Perubahan Kedua Atas PP – RI No: 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan
30. PMA – RI No: 90 Tahun 2013 Tentang Penyelenggaraan Pendidikan Madrasah
31. PMA – RI No: 29 Tahun 2014 Tentang Kepala Madrasah
32. PMA – RI No: 2 Tahun 2008 Tentang Standar Kompetensi Lulusan Madrasah
33. KMA – RI No: 207 Tahun 2014 Tentang Kurikulum Madrasah
34. KMA – RI No: 117 Tahun 2014 Tentang Implementasi Kurikulum 2013 Di Madrasah
35. KMA – RI No: 103 Tahun 2015 Tentang Pedoman Pemenuhan Beban Kerja Guru Madrasah Yang Bersertifikasi Pendidik
36. Keputusan Dirjen Pendidikan Islam No: 1696 Tahun 2013 Tentang Panduan Penyelenggaraan Pendidikan Anti Korupsi Di
Madrasah
37. PERMENDIKBUD No: 6 Tahun 2015 Tentang Penyelenggaraan Ujian Sekolah/ Madrasah Pada Sekolah Dasar/Madrasah
Ibtidaiyyah ;Sekolah Dasar Luar Biasa Dan Penyelenggaraan Program paket A/ULA
38. PMA – RI No; 42 Tahun 2014 Tentang Pencabutan PMA – RI No: 2 Tahun 2008 Tentang Standar Kompetensi Lulusan Dan
Standar Isi Pendidikan Agama Islam Dan Bahasa Arab Di Madrasah
“ Madrasah is an Islamic Educational Institutions that have a long history, and finally recognized a part of the National Education System. Madrasah already managed by DEPAG/KEMENAG, with the religious sector is the problem when faced with the UU regions autonomy which neels sitates the education sector be transferred to the goverment. At the end of the progress, the school is not located under DEPAG/KEMENAG or KEMENDIKBUD, but on the school’s own creativity ”.
Copyright by MI Al-Falahiyyah
Oleh : Luthfi Aziz, S.Ag (Pustakawan MI Al-Falahiyyah)
Kondisi ekonomi perdagangan di abad 21 ini dalam keadaan sakit parah. hal ini ditandai dengan banyaknya praktik-praktik kotor para pebisnis, manipulasi barang & harga, kolusi pebisnis dengan penguasa, penimbunan barang dengan tujuan mendongkrak harga ke langit dan lain sebagainya. keuntungan yang seharusnya terbesar milik petani, namun dengan praktik ijin/rentenir justru petani hanya menikmati keuntungan sangat kecil.
Sesungguhnya ummat Islam sedunia telah diwariskan berbisnis beretika, jujur dan sukses. Rasulullah SAW menjadi pebisnis/pedagang sukses selama 28 tahun mulai dari usia 12 tahun sampai 40 tahun dan selebihnya adalah masa kerasulan sebagai suri tauladan bagi ummat muslim sedunia. bertolak belakang dengan tujuan bisnis saat ini yang hanya beroreintasi keuntungan/profit semata maka Rasulullah SAW sebagai entrepreneur memiliki pola piker, sikap dan tindak dalam menjalankan praktik bisnisnya sebagai berikut;
1) Jujur. Kejujuran adalah syarat fundamental dalam berbisnis, beliau melarang membohongi konsumen sekecil apapun apalagi menguragi kadar & takaran.
2) Haliyah. Berbisnis dilakukan dengan pengawasan Allah SWT dan sadar bahwa konsumen adalah makhluk Allah SWT yang tidak boleh dirugikan.
3) Kebebsan individu yang bertanggung jawab, bukan bisnis paksaan atau riba yang menjerat kebebsan individu.
4) Moral. Tanggung jawab moral kepada Allah SWT, mitra bisnis maupun konsumen.
5) Keadilan dan keseimbangan, tujuan bisnis tidak boleh mengorbankan fungsi sosial dan fungsi-fungsi lain yang bernilai ibadah.
6) Niat baik. Niat baik adalah asset pebisnis yang paling berharga selain menjadi tolak ukur harkat dan martabat pebisnis sendiri juga bernilai manfaat bagi mitra dan konsumen.
7) Bertekad mewujudkan mimpi. Dari seorang pengembala berniat taraf hidupnya mennjadi pedagang lalu manajer hingga menjadi owner (pemilik perusahaan). Beliau adalah entrepreneur cerdas & clean.
8) Branding Image. Modal utama berbisnis sesungguhnya bukanlah modal finansial, tapi kepercayaan yang berwujud pada “merek dagang” . Ingat julukan Rasulullah SAW “al-Amin” atau “Mr. Clean” . Inilah branding image Rasulullah yang utama.
Cara Merintis Bisnis :
1) Fokus dan konsentrasi.
2) Mempunyai goal dan rencana yang rinci dan jelas.
3) Merintis dan memulai dari nol tanpa KKN.
4) Ulet dan tidak mudah putus asa. Rasulullah bersabda “Jangalah kamu berdua putus asa dari rizki Allah SWT selama kepalamu masih bergerak, karena manusia dilahirkan ibunya dalam keadaan merah tanpa baju, kemudian Allah berikan rizki kepadanya” (HR. ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Hibban dalam kitab shahihnya).
5) Berusaha mengikuti trend center.
6) Inovatif. Semua barang yang dijual Rasulullah SAW selalu berbeda dari kompetitornya dengan harga bersaing namun (hight quality).
7) Memahami kondisi dan selalu menganalisa pasar.
8) Kemampuan merespon strategi kompetitornya.
9) Belajar menguasai gejolak pasar. Dikisahkan ketika beliau di Mekkah para pedagang kamu Quraisy ingin menghancurkan bisnis beliau, mereka menjual barang-barang mereka dibawah harga pasar. beliau menerapkan hukum supply & demand, beliau menyiasati dan bersabar. siasat barang dagangan pedagang Quraisy habis, beliau baru menjual barangnya dengan harga normal karena beliau menyelidiki kalau demand jauh lebih tinggi dari supply. Itulah kejelian melihat, menganalis, dan memahami pasar, hingga akhirnya menguasai pasar yang ada.
10) Menguasai manajemen pemasaran secara efektif.
11) Menghilangkan mental blocking yakni ketakutan yang berlebihan dalam menghadapi kegagalan usaha. Rasulullah SAW dapat mengalahkan diri sendiri dari hal-hal negatif (mujahadah).
12) Mampu menarik dan menyakinkan pemilik modal untuk ikut serat dalam bisnis yang dijalankannya.
Cara Menjalankan Bisnis :
1) Bekerja sama (bersinergi) Beliau bersabda “Keberkahan sesungguhnya berada dalam jama;ah dan tangan Allah sesungguhnya bersama jama’ah”
2) Kerja cerdas, kreatif dan vsioner.
3) Menerapkan kesepakatan win-win solution.
4) bekerja dengan skala proritas.
5) Tidak melakukan monopoli.
6) Selalu berusaha dan tawakkal.
7) Tepat waktu.
8) Berani ambil resiko.
9) Tidak menumbun barang (ihtikar). Beliau bersabda “Pedagang yang mau menjual barang dagangannya dengan spontan akan diberi kemudahan, tetapi penjual yang sering menimbun dagangannya akan mendapat kesusahan” (HR. Ibnu Majah dan Thusiy)
10) Profesional pada bisnis yang dikelolanya.
11) Selalu bersyukur dalam segala kondisi.
12) Berusaha mandiri, ulet dan tawakkal.
13) Menjaga martabat harga diri, kehormatan dan kemuliaan dalam proses interaksi bisnisnya.
14) Melakukan bisnis berdasarkan cinta kasih (passion).
15) Tidak menzalimi (merugikan) orang lain .
16) Rajin bersedekah.
Cara Memasarkan Produk :
1) Memasarkan produk halal dan suci.
2) Tidak melakukan sumpah palsu.
3) Tidak berpura-pura menawar dengan harga tinggi agar orang tidak tertarik.
4) Melakukan timbangan dengan benar.
5) Tidak menjelekkan dagangan orang lain. Beliau bersabda; “Janganlah seseorang diantar kalian menjual dengan maksud untuk menjelekkan apa yang dijual orang lain” (Muttafaqa Alaih).
6) Pintar berpromosi.
7) Transparansi (keterbukaan). Beliau bersabda; “Tidak dibenarkan seorang muslim menjual satupun dagangannya yang mempunyai cacat, sebelum dia menjelaskan cacatnya” (HR. Al-Quziraini)
8) Mengutamakan Pelanggan (customer satisfaction).
9) Memiliki networking.
10) Tidak mengambil untung yang berlebihan.
11) Mengutamakan penawar pertama.
12) Menawar dengan harga yang diinginkan.
13) Melakukan perniagaan sepagi mungkin. Rasulullah SAW mendo’akan orang yang sepagi mungkin dalam bekerja. “Ya Allah, berkahilah ummatku dalam berpagi-paginya mereka”.
14) Menjaga kepercayaan pelanggan.
15) Mewujudkan win-win solution.
16) Barang dagangan harus bermutu, murah, bermanfaat, mutakhir dan berkualitas.
17) Kemudahan dalam hal transaksi dan pelayanan.
18) Menentukan harga dengan jelas ketika akad (deal)
Hidup dengan berorientasi akhirat atau bekerja untuk ibadah akan menumbuhkan motivasi berprestasi dan menghindarkan diri dari berbuat kerusakan dalam lingkungan kerja seperti melanggar kode etik, tata tertib, aturan dan merusak nama baik institusi.
Demikian semoga kita menjadi pribadi muslim yang senantiasa melakukan perbaikan diri.
Kenapa Orang Asia Minim Kreatif Daripada Orang Barat?
2 November 2014, 11:55 am Written by AlfalahiyyahOleh : Eka Fadhil Ibrahim
Sebagai pendidik tentu kita selalu didorong untuk bekerja dan berpikir kreatif, tak salah karena kualitas keilmuan, pengetahuan serta wawasan peserta didik sebagian besar tergantung bagaimana pendidik. Menurut KBBI makna kreatif adalah memiliki daya cipta; memiliki kemampuan untuk menciptakan.
Kreativitas menurut Cronbach (1984; Richard dkk., 1999: 247) adalah “the ability to see something in a new way”. Kreatifitas adalah sesuatu kemampuan yang dapat melihat sesuatu menjadi hal baru. Dalam bukunya berjudul “Mengembangkan Kreativitas dalam Perspektif Psikologi Islami,” Nashori & Mucharram (2002: 33-34) sendiri mengatakan kreativitas adalah hasil karya atau ide-ide baru yang sebelumnya tidak dikenal oleh pembuatnya maupun orang lain dan boleh jadi bukan merupakan hasil sebuah produk tapi kreativitas adalah suatu anugerah yang dilimpahkan oleh Yang Maha Pandai (al ‘Alim) Allah Azza wa jalla kepada siapapun yang dikehendaki-Nya. Orang yang kreatif memiliki kebebasan berpikir dan bertindak, yang, merupakan perpaduan antara daya cipta, pemikiran, imajinasi, dan perasaan-perasaan yang memuaskan.
Mungkin kita kenal Mark Zuckerberg Pendiri Facebook, lalu Jack Dorsey pencipta Twitter, Jan Koum Pengagas Whatsapp, bahkan Fredrik Idestam Pendiri perusahaan Nokia Corporation. Jika menelisik beberapa abad mundur kita tentu tahu penemu lampu adalah Thomas Alfa Edison atau Wright bersaudara yang pertama kali menerbangkan pesawat. Bukan tidak ada orang Asia yang juga turut andil dalam proses kreatif dan mampu berbicara banyak di dunia, namun dibandingkan dengan Orang Barat tentu betapa jauh kreatif orang Asia bagai bumi dan langit.
Prof. Ng Aik Kwang dari University of Queensland dalam bukunya “ Why Asians Are Less Creative Than Westerns” (2001) yang dianggap kontroversial tapi ternyata menjadi “best seller” mengemukakan beberapa hal tentang bangsa-bangsa Asia yang telah membuka mata dan pikiran khalayak banyak manusia.
1. Bagi kebanyakan orang Asia, dalam budaya mereka ukuran hidup sukses dalam mengarungi kehidupan adalah banyaknya materi yang dimiliki seperti memiliki rumah mewah, mobil mahal, uang berlimpah dan harta/materi lainnya. Passion (rasa cinta pada sesuatu) kurang dihargai. Akibatnya bidang kreativitas kalah populer oleh profesi dokter, lawyer dan sejenisnya yang dianggap bisa lebih cepat menjadikan seseorang untuk meraih kekayaan berlimpah dan seketika mendapatkan prediket “orang sukses”
2. Bagi orang Asia, Banyaknya kekayaan yang dimiliki lebih dihargai daripada Cara memperoleh kekayaan tersebut. Tidak heran bila lebih banyak orang menyukai ceria, novel, sinetron atau film yang bertema orang miskin yang mendadak kaya karena beruntung menemukan harta karun, atau dijadikan istri oleh pangeran dan sejenisnya itu. Tidak heran pula bila perilaku koruptif pun ditelorir/diterima sebagai sesuatu yang wajar, bahkan telah menjadi satu dari hal yang lumrah.
3. Bagi orang Asia, pendidikan identik dengan hafalan berbasis “kunci jawaban” bukan pada pengertian/pemahaman. Ujian Nasional, tes masuk Perguruan Tinggi dll hampir seluruhnya berbasis hafalan. Sampai tingkat tertinggi (sarjana) mahasiswa diharuskan hafal rumus-rumus ilmu pasti dan ilmu hitung lainnya bukan diarahkan untuk memahami kapan dan bagaimana menggunakan rumus-rumus tersebut.
4. Karena berbasis hafalan, peserta didik baik tingkat sekolah menengah bahkan mahasiswa di Asia dijejali sebanyak mungkin pelajaran. Mereka dididik untuk menjadi “Jack of all trades, but master of none” (tahu sedikit-sedikit tentang banyak ha; tetapi tidak menguasai bidang apapun).
5. Lantaran berbasis hafalan tersebut, tak heran jika banyak pelajar Asia mampu menyabet juara gelar dalam Olimpiade Fisika dan Matematika. Namun hampir tidak ada orang Asia yang meraih dan memenangkan Nobel atau penghargaan Internasional lainnya yang berbasisi inovasi dan kreatifitas.
6. Orang Asia takut salah dan juga takut kalah yang berujung daya serta sifat eksploratif sebagai upaya memenuhi rasa penasaran dan keberanian untuk mengambil resiko kurang dihargai.
7. Bagi kebanyakan bangsa Asia, bertanya artinya bodoh, makanya hasrat penasaran dan keingintahuan tidak mendapatkan tempat dalam proses pendidikan di sekolah .
8. Karena takut salah dan takut dianggap bodoh, di berbagai lembaga pendidikan baik tingkat sekolah maupun universitas dalam seminar atau workshop, peserta jarang mau bertanya tetapi setelah sesi berakhir peserta mengerumun narasumber untuk meminta penjelasan tambahan.
Dalam bukunya Prof. Ng Aik Kwang menawarkan beberapa solusi sebagai berikut :
1. Hargai proses. Dengan menghargai proses bermakna sadar untuk menghargai orang karena pengabdiannya bukan karena kekayaannya.
2. Hentikan proses pendidikan berbasis kunci jawaban. Dan iarkan peserta didik memahami bidang yang paling disukainya.
3. Jangan memaksa murid dengan banyak hafalan, apalagi matematika. Untuk apa diciptakan kalkulator kalau untuk jawaban X dan Y harus dihafalkan? Biarkan peserta didik memilih sedikit mata pelajaran tapi benar-benar menguasainya.
4. Biarkan anak memilih profesi berdasarkan passion (rasa cinta)nya pada bidang tertentu, bukan memaksanya mengambil jurusan atau profesi tertentu yang lebih cepat menghasilkan uang.
5. Dasar sebuah kreatifitas adalah rasa penasaran yang tinggi dan keingintahuan nan dalam, maka beranilah mengambil resiko. Ayo Bertanya!.
6. Pendidik adalah fasilitator, bukan dewa yang tahu akan segalanya. Mari akui dengan bangga kalau Kita Tidak Tahu.
7. Passion manusia adalah anugerah Tuhan. Sebagai orang tua kita tentu mengembang tanggung jawab untuk mengarahkan anak-anak untuk menemukan passionnya dan mensupportnya.
Mudah-mudahan dengan begitu, kita bisa memiliki anak- anak dan cucu serta peserta didik yang kreatif, inovatif tapi juga memiliki integritas, bermoral baik dan memiliki idealisme tinggi. Tetap belajar, menggali diri dan terus mengeksplorasi serta intropeksi diri untuk terus berkembang menjadi pendidik nan kreatif.
Sumber :
- harisberbagi.blogspot.com
- idearesort.com.
- wikipedia
Oleh : Hj Sunani (Pendidik Senior MI Al-Falahiyyah)
Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda, “Sungguh Allah mencintai orang yang bersin dan membenci orang yang menguap, maka jika kalian bersin maka pujilah Allah dan setiap ang mendengarkan pujian Allah itu untuk menjawabnya : adapun menguap, maka itu dari syaitan, maka lawanlah sekuat tenagamu. Dan apabila seseorang menguap dan terdengar bunyi; Aaaa, maka syaitan pun tertawa karenanya”. (Shahih Bukhari 6223)
Imam Ibnu Haja, berkata, “Imam Al-Khathabi mengatakan bahwa makna cinta dan benci pada hadist di atas dikembalikan kepada sebab yang termaktub dalam hadist itu. Yaitu bahwa bersin terjadi karena badan yang kering dan pori-pori kulit terbuka, dan tidak tercapainya rasa kenyang, ini berbeda dengan orang yang menguap. Menguap terjadi karena badan kekenyangan dan badan terasa berat untuk beraktivitas, hal ini karena banyaknya makan, bersin bisa menggerakkan orang untuk beribadah, sedangkan menguap menjadikan orang malas (Fath-hul Baari : 10/6077). Nabi menjelaskan bagaimana seseorang yang mendengar orang yang bersin dan memuji Allah dengan membalas pujian tersebut. Rasulullah SAW bersabda; “ apabila salah seorang diantara kalian bersin, maka ucapkanlah “Al-Hamdulillah” dam hendaklah orang yang mendengarnya menjawab dengan “Yarhamu Kallahu” dan bila dijawan demikian , maka balaslah dengan ucapan “yahdikumullahu wa yuslihuu baalakum” (HR. Bukhari, 6224)
Para dokter di jaman sekarang mengatakan “menguap adalah gejala yang menunjukkan bahwa otak dan tubuh orang tersebut membutuhkan oksigen dan nutrisi, dank arena organ pernapasan kurang dalam menyuplai oksigen kepada otak dan tubuh. Hal ini terjadi ketika kita sedang ngantuk atau pusing, lesu dan sedang mengfhadapi kematiannya. Dan menguap adalah aktivitas menghirup udara dalam-dalam melalui mulut, dan bukan hidung dengan cara biasa menarik napas dalam-dalam. Mulut bukanlah organ yang diciptakan untuk jalan pernapasan, karena tidak ada filter (bulu), lender dan suhu hangat untuk mencegah masuknya berbagai jenis mikroba dan debu yang berterbangan di udara.
Oleh sebab itu Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk melawan sekuat tenaga “menguap” atau segera menutup mulut saat menguap dengan tangan kanan atau punggung tangan kiri. Bersin adalah lawan dari menguap yaitu keluarnya udara dengan keras/kuat dari badan dan bersamaan dengan bersin itu akan terkuras dari badan seperti debu, haba-haba (sesuatu yang sangat kecil di udara yang hanya terlihat ketika ada sinar matahari) atau kutu dan mikroba yang terkandung masuk dalam organ pernapasan. Oleh karena itu secara tabi’at bersin itu datangnya dari Yang Maha Rahim, sebab padanya terdapat manfaat yang besar bagi tubuh. Sedangkan menguap datangnya dari syaitan sebab ia mendatangkan bahaya bagi tubuh .
Dan setiap orang hendaklah memuji Allah SWT yang Maha Suci lagi Maha Tinggi. Ketika dia bersin dan meminta perlindungan Nya dari godaan syaitan yang terkutuk ketika sedang menguap (lihat Al-Haqa’ah Al-Tarbiyah fii Al-Islam hal 155).
Oleh : Eka Fadhil Ibrahim (Pembina UKS & Pramuka MI Al-Falahiyyah)
Dalam Al-Qur’an, Allah SWT menciptakan penyakit sekaligus metode penyembuhan penyakit itu. Suatu penyakit dapat dinyatakan sembuh atas izin Allah dengan dua macam treatment sebagai proses penyembuhan, yakni treatment fisik dan non fisik. Hal ini berdasarkan Al-Qur’an bahwa penyakit bukan hanya penyakit fisik namun juga penyakit non fisik yang tidak nampak seperti kotor iman, kemunafikan, ujub, riya, sombong, ragu-ragu, dusta dan kufur nikmat.
Menurut Harious Houkar, yousuf saad dkk dalam papernya berjudul “The heart and cardiovaseular system in the qur’an and hadecth” Al-Qur’an dan hadist membagi beberapa penyakit fisik seperti : sakit perut (abdominal pain), mencret (diarelea), demam (fever), kusta (leprosy) dan penyakit mental. Obat yang manjur menurut Al-Qur’an adalah madu yang banyak mengandung gula, vitamin dan anti mikroba. Untuk mencegah berbagai penyakit, Al-Qur’an melarang keras mengkonsumsi daging babi, bangkai dan darah serta binatang yang disembelih tidak atas nama Allah SWT.
Abdul Aziz Al-Kahalidi membagi dua obat (syifa) penyembuh penyakit yakni obat hissi untuk penyembuhan penyakit fisik dan obat ma’nawi untuk penyakit non fisik. Obat hissi seperti berobat dengan air, madu, buah-buahan yang disebut dalam Al-Qur’an sedangkan obat ma’nawi seperti do’a-do’a dan isi kandungan Al-Qur’an. Pembagian atas dua kategori obat didasarkan atas asumsi bahwa dalam diri manusia terdapat dua substansi yang bergabung menjadi satu yakni jasadiah dan ruhaniah.
Penyakit Menurut Sains
Bila merujuk pada teori ilmu kesehatan kontemporer, sumber penyakit berasal dari empat sumber yakni, toksil (racun) yang tertimbun dalam tubuh, ketidakseimbangan suhu badan, ketidakseimbangan angin dan ketidakseimbangan pikiran. Asal mula adanya racun dalam tubuh bersumber dari bahan-bahan kimia yang berlebihan ketika mengkonsumsi makanan-minuman yang terkandung didalamnya seperti bahan pengawet, pewarna dan lainnya yang tidak diperlukan tubuh. Sedang ketidakseimbangan suhu badan karena adanya sistem pengeluaran urin yang bermasalah, demikian halnya ketidakseimbangan angin menyebabkan masalah di dalam usus besar dan matinya bakteri positif serta berkurangnya enzim tubuh, sementara ketidakseimbangan pikiran (stress) menyebabkan tubuh mengeluarkan enzim steroid yang melemahkan sistem imun tubuh kita.
Pendapat pakar lainnya menyebutkan, penyakit bukan disebabkan oleh virus, kuman, bakteri atau lainnya, melainkan karena kelemahan sistem daya tahan tubuh manusia (sistem imunitas). Apabila sistem imunitas lemah atau terganggu, maka kuman, bakteri, atau virus mulai menyerang tubuh. Sebagai lustrasi tentang sisitem imunitas, orang-orang yang bekerja sebagai pemulung nampak selalu kelihatan segar dan kuat walaupun selalu berada di tempat kotor, sementara banyak orang yang sehari-hari bekerja di ruang bersih ber-AC, jarang keluar ruangan banyak yang terjangkit penyakit kronis.
Berdasarkan tempatnya, rumah sakit pun dapat menjadi sumber penyakit yang disebut nosokomial. Kulitas bakteri di rumah sakit bisa lebih ganas dibandingkan tempat-tempat fasilitas umum lainnya, karena sebelumnya telah berkompetisi secara alami dengan bakteri/kuman lainnya, sehingga keunggulan dan bertahan hidup mengalahkan bakteri lain. Proses pengobatan atau lainkan memerlukan proses perawatan khusus. Para dokter, perawat, bidan dan paramedis yang bertugas di rumah sakit tergolong komunitas profesi yang sangat rawan tertular penyakit nosokomial. Anggota masyarakatpun berpotensi terkena penyakit nosokomial bila membesuk pasien yang tengah dirawat inap di rumah sakit.
Lemari pendingin (kulkas) yang terdapat dalam rumah pun dapat menjadi sumber penyakit. Makanan yang disimpan lama di dalam kulkas dapat ditumbuhi jamur. Jamur dapat menyebabkan reaksi alergi dan masalah pernapasan. Beberapa jenis jamur menghasilkan mikro toksin yaitu zat beracun yang dapat membuat orang sakit.
Makanan yan mengandung protein pun dapat menjadi sumber penyakit. Padahal selama ini protein diperlukan tubuh untuk membangu otot, jaringan kulit, rambut, kuku, tulang dan bagian tubuh lainnya. Idealnya seseorang butuh 0,72 gram protein untuk setiap kg berat badannya. Jika berat badan seseorang 80 kg, maka protein yang dibutuhkan adalah sekitar 57 gram. Menurut Gail l-sel lemak yang bisa disimpan dalam jaringan lemak. Jika kelebihan, tubuh tidak punya tempat untuk menyimpan kelebihan protein oleh karena itu kebanyakan protein akan diubah oleh tubuh menjadi lemak terlebih dahulu untuk disimpan. Disinilah kunci dadri bahaya kelebihan protein.
Gail Butterfield yang juga menjabat sebagai Direktur Nutrition Studies at the palo alto veteraus administration medical center, mengatakan bahwa kelebihan protein bisa menghasilkan senyawa “kotor” yang bersifat racun. Senyawa tersebut akan menyebabkan ginjal bekerja lebih berat untuk mengeluarkannya dari tubuh. Alhasil ginjal akan lebih banyak membutuhkan air dan dari situlah dehidrasi muncul. Jika tubuh sudah dehidrasi, berat badan bisa berkurang, karena massa otot dan tulang berkurang. Akibatnya timbul osteoporosis. Dehidrasi juga menyebabkan ginjal menjadi stress dan efeknya akan menyebabkan tubuh menjadi lemas, pusing, bau mulut dan lainnya. Protein juga bisa menyebabkan reaksi alergi, seperti dermatitis tpie, kaligata, penyakit kolagen, colitus ulserativa dan penyakit crohu. Protein hewani yang berlebihan dapat merusak DNA dan mengubah sel-sel menjadi kanker.
Penyakit Menurut Al-Qur’an
Pada dasarnya penyakit bersumber dari diri sendiri bukan berasal dari virus, bakteri, kuman, nyamuk, mutasi sel dan lainnya. Virus, bakteri yang merajalela di dalam tubuh ketika sakit bukanlah sebab melainkan akibat.
Jadi sumber penyakit adalah perbuatan manusia itu sendiri melalui tingkah laku kita sehari-hari yang kurang terpuji di hadapan Allah SWT, akhlak yang kurang baik menjadikan malaikat Atid terus mencatat dan mencatat serta melaporkannya dihadapan Allah SWT. Dimana sudah berjalan bertahun-tahun bahkan juga puluhan tahun sehingga akhirnya Allah menurunkan musibah berupa penyakit sebagai peringatan sebagai peringatan bagi ummatNya agar segera kembali ke jalan-Nya.
Pendapat tersebut di atas mengacu pada firman Allah SWT dalam surat As-Syura ayat 42-30 :
“ Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar dari kesalahan-kesalahanmu. Dan kamu tidak melepaskan diri (dai azab Allah), di muka bumi, dan kamu tidak memperoleh seorang pelindung dan tidak pula penolong selain Allah”.
Penekanan pada kata “pelindung dan Penolong” selain Allah, jadi jika manusia mau sembuh dari penyakit harus kembali kepada ajaran “Pelindung dan Penolong” manusia yaitu hanya Allah SWT. Pada ayat lain “Barang siapa yang mengerjakan dosa, maka sesungguhnya ia mengerjakannya untuk (kemudaratan) dirinya sendiri. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”
PENYAKIT YANG MENIMPA PEREMPUAN YANG TIDAK BERJILBAB
2 November 2014, 6:41 am Written by AlfalahiyyahEva Rifqiyanti, S.Psi ( Bendahara MI Al-Falahiyyah )
Rasulullah Saw bersabda : Para wanita yang berpakaian tetapi (Pada hakikatnya) telanjang, lengak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta, mereka tidak akan masuk surga dan tidak mencium semerbak harumnya ( HR Abu Dawud ). Dalam riwayat lain Nabi bersabda : Tidak diterima sholat wanita dewasa kecuali yang memakai khimar (Jilbab) ( HR Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi & Ibnu Majah ).
Penelitian ilmiah kontemporer telah menemukan bahwasannya perempuan yang tidak berjilbab atau berpakaian tetapi ketat atau transparan maka ia akan mengalami berbagai macam penyakit kanker ganas disekujur anggota tubuhnya yang terbuka, apalagi gadis atau putri yang memakai pakaian ketat.
Majalah kedokteran inggris melansir hasil penelitian ilmiah dengan mengutip beberapa fakta, diantaranya bahwasannya kanker ganas milanoma pada usia dini akan menyebar sampai ke kaki dan sebab utama kanker ganas milanoma ini karena selalu berpakaian ketat di saat terik panas matahari. Dan majalah kedokteran inggris telah melakukan polling tentang penyakit kanker ganas milanoma ini, dan seolah-olah keadaan mereka mirip dengan keadaan orang-orang pendurhaka (Orang kafir arab) yang di da’wahi rasulullah. Tentang hal ini ALLAH berfirman : Dan ingatlah ketika mereka berkata : Ya ALLAH andai hal ini (Al-Qur’an) adalah benar dari sisimu, maka hujanilah kami batu dari langit atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih (QS.Al-Anfal : 32).
Dan sungguh telah datang azab yang pedih ataupun yang lebih ringan dari hal itu yaitu kanker ganas. Penyakit kanker ganas itu merupakan akibat dari sengatan matahari yang mengandung sinar ultraviolet yang mengenai kulit di sekujur tubuh yang terbuka atau pakaian ketat dan transparan. Yang muncul pertama kali adalah seperti bulatan warna hitam agak lebar dan terkadang berupa bulatan kecil saja (Kutil), kebanyakan di daerah leher, kaki dan betis, kemudian menyebar ke seluruh bagian tubuh disertai pertumbuhan di daerah-daerah yang terlihat dan terbuka, pertautan limpa (daerah di atas paha) menyerang sel darah, menetap di hati dan merusaknya.
Perkembangan selanjutnya menyerang bagian dalam seperti tulang, bagian dalam dada dan perut karena adanya dua ginjal sampai menyebabkan air kencing berwarna keruh dan hitam.
Dari sini kita mengetahui hikmah yang agung dari anatomi tubuh manusia di dalam perspektif islam tentang perempuan-perempuan yang melanggar batas syariat yaitu bahwa model pakaian perempuan yang benar adalah yang menutup sekujur tubuhnya, tidak ketat, tidak transparan, kecuali wajah dan telapak tangan.
Kepribadian Unggul Menurut Islam
Oleh Habibah, S.Pd.I (Wakil Wali Kelas II)
Personal Excellence (Pribadi yang unggul/sukses) memiliki beberapa penafsiran, Menurut filsafat china pribadi unggul dicirikan dengan 3 hal, yaitu Shio (umur panjang), Hok (harta yang banyak) dan Lok (kekuasaan). Tidak jauh berbeda dengan filsafat china, orang barat mendefinisikan pribadi yang unggul sebagai orang yang memiliki 3P yaitu : Power, Position dan Property. Sedangkan Orang Timur termasuk juga Indonesia memandang pribadi yang unggul atas dasar kepemilikan 3T yakni; harta, Tahta dan Wanita. Lalu bagaimana dengan definisi pribadi unggul menurut Islam?
Al-Qur’an memberikan rumusan tentang pribadi yang unggul dalam 3 kriteria yaitu ; The Best Performance (Performa terbaik), The best attitude (sikap terbaik) dan the best achievement (amal perbuatan terbaik).
Strategi pembelajaran PAIKEM (active learning) dan Langkah Penerapannya.
26 Oktober 2014, 10:43 am Written by AlfalahiyyahOleh : Umi Dra. Ariestiawati (Wali Kelas III)
Dalam kegiatan belajar mengajar tingkat pencapaian daya serap peserta didik sangat ditentukan oleh penyampaian dan metode pembelajaran yang diterapkan oleh pendidik. Dengan penggunaan metode yang efektif dan variatif diharapkan peserta didik tumbuh minat dan semangat untuk menjalankan proses belajar aktif yang pada akhirnya tingkat daya serap pembelajaran akan meningkat.
Berikut ini akan kami sajikan metode dan strategi pembelajaran aktif (active learning) atau sering dikenal dengan sebutan paikem (pembelajaran, aktif, inivatif, kreatif, efektif dan menyenangkan) antara lain :
Paradigma Baru Fungsi dan Peran Orang Tua Peserta Didik Di MI AL-FALAHIYYAH
26 Oktober 2014, 10:38 am Written by AlfalahiyyahOleh : Dahliah, S.Pd (Wali Kelas II)
Dalam buku yang bertajuk “How communicates build stronger schools” Anne Wescott dan Jean L. Konzal menggambarkan pola hubungan keluarga, sekolah dan masyarakat dalam tiga paradigma yang mengalami perubahan dan perkembangan. Ketiga paradigma hubungan tripusat pendidikan dapat dijelaskan sebagai berikut :
1. Paradigma lama
Orang tua dalam keluarga, warga madrasah dan warga masyarakat memiliki hubungan sesuai dengan kepentingan masing-masing dalam urusan pendidikan. Dalam paradigma lama ini, hubungan tripusat pendidikan ini berlangsung sebagai satuan pranata sosial yang berdiri sendiri dan berada dalam posisi yang terpisah-pisah. Hal ini ditandai dengan adanya karakteristik sebagai berikut :