Menurunnya kualitas pendidik saat ini sebagai aspek paling utama penurunan kualitas pendidikan di negara ini lebih banyak diimplementasikan oleh kurangnya kesadaran pendidik/guru untuk meningkatkan kualitas keilmuannya dan metode/variasi penyajian pembelajaran sehingga menurunkan minat peserta didik/siswa dan mereka menjadi peserta didik pasif. Padahal guru/pendidik dalam perspektif banyak orang masih di pandang sebagai agent of change, agent of teaching untuk menjalankan amanat UU Sisdiknas.
Kondisi saat ini :
Keberadaan guru/pendidik saat ini adalah bagian dari problem dunia pendidikan kita, gambaran guru/pendidik masa kini dicirikan sebagai berikut :
Pertama : Seorang guru/pendidik yang profesional adalah guru/pendidik yang mempunyai loyalitas total terhadap profesinya, yakni mencerdaskan anak didiknya, membentuk akhlak dan karakter anak-anak indonesia, oleh karena aturan dan persyaratan formal pemerintah, guru/pendidik hanya sebatas peremukan target jam mengajar untuk kapasitas guru/pendidik bersertifikat/PNS.
Kedua : Adanya guru/pendidik cacat bawaan, banyak guru/pendidik saat ini karena terpaksa menjalani profesi guru/pendidik tanpa didasari cita-cita luhur, karena tidak ada pekerjaan lain yang dapat dilakukan.
Ketiga : Guru/pendidik yag bersikap kapitalis/ pedagang, guru/pendidik mengajar semata hanya untuk mendapatkan income/bayaran/tunjangan sertifikasi, dll. Buat apa predikat “ Pahlawan tanpa tanda jasa” yang penting mendapatkan cukup “Balas jasa”.
Keempat : Pembinaan guru/pendidik oleh Kemendikbud dan Kemenag saat ini hanya bersifat birokratif, berorientasi proyek dan tidak memenuhi kebutuhan guru/pendidik untuk meningkatkan kualitas keilmuan dan kreatifitas penyajian profesinya.
Gambaran guru/pendidik masa depan :
Harapan dan tuntutan terhadap guru/pendidik ideal masa depan menjadi dambaan semua orang, begitu strategisnya posisi guru/pendidik sebab tidak ada orang sukses tanpa bimbingan dan pembinaan seorang guru/pendidik.
Adapun ciri-ciri guru/pendidik ideal antara lain :
-
Memposisikan diri sebagai mitra/teman belajar dan berbagi terhadap peserta didik/siswanya.
-
Sebagai pembimbing dan motivator, guru/pendidik tidak membatasi diri pada batasan jam kerja.
-
Tidak semata berorientasi pada target pencapaian akademik namun perubahan tingkah laku, pembentukan karakter dan peningkatan akhlak mulia seluruh peserta didik/siswanya.
-
Attitude guru/pendidik sangat diperlukan untuk melandasi hubungan interpersonal pendidik dengan peserta didik yang lebih cair, fair, confidencial dan permisif.
-
Memiliki komponen afeksial, sabar, telaten, gembira, rendah hati, bermoral tinggi, berbicara jelas, bekerja tanpa pamrih dan tidak mengadventensikan profesinya.
-
Menguasai ilmu pengetahuan didaktif dan metodik keguruan yang cukup dan formal, pengetahuan tertentu yang spesifik, menguasai keterampilan vokasional, selalu mengupdate pengetahuan dan keterampilannya sesuai tuntutan dan kebutuhan generasi mendatang.
-
Mengembangkan pembelajaran yang kritis dan demokratis sehingga peserta didik menjadi subjek pembelajaran dan bukan semata objek pembelajaran.
-
Aktif dalam organisasi profesi guru/pendidik untuk berbagi dan mengikuti perkembangan, gemar menulis dan membuat karya tulis/ilmiah dan menanggapi komentar dan tanggapan sebagai bagian koreksi diri untuk peningkatan kapasitas diri.
Guru/Pendidikku dan Pemimpin Masa Depan
“Leadership is the relationship in which one person , The leader infeneens other to work together willingly on related task to attain that which the leader diseres. (George Terry)
James M Kouzen dan Barry Z Posner dalam bukunya berjudul “The leadership challenge” (1987) memberikan sepuluh komitmen guru/pendidik dalam pembentukan generasi masa depan.
Pertama : Pendidik/guru senang mencari peluang yang menantang, responsif terhadap tuntutan zaman, proaktif dan tidak statis.
Kedua : Pendidik/guru berani mencoba dan menanggung resiko yaitu mencari terobosan walaupun harus bertentangan dengan orang lain.
Ketiga : Pendidik/guru harus tampil sebagai pribadi yang kreatif dan inovatif dan mampu menggambarkan wujud masa depan yang gemilang dan mencerahkan.
Keempat : Pendidik/guru mampu menjalin kerjasama dengan anggota profesi dan stake holder pendidikan lainnya.
Kelima : Pendidik/guru mampu menyalurkan potensi sebagai bagian dari budaya ilmiah dan jiwa pengabdian.
Keenam : Pendidik/guru mampu memperkuat kemitraannya dengan peserta didik sehingga mampu menjadi idola peserta didiknya untuk melakukan pembaharuan.
Ketujuh : Pendidik/guru mampu menjadi teladan “Satu keteladanan jauh lebih baik daripada seribu arahan”.
Kedepalan : Pendidik/guru mampu merencanakan keberhasilan bertahap terhadap peserta didiknya, sehingga mereka tidak takut dengan kegagalan.
Kesembilan : Pendidik/guru mampu menghargai setiap individu, yaitu setiap anak diciptakan ALLOH berbeda, bakat. minat dan kapasitasnya.
Kesepuluh : Mensyukuri dan mengapresiasi, sekecil apapun keberhasilan tia peserta didiknya tanpa membanding-bandingkan antara mereka.
Setuju dengan pendapat James M Kousen n Barry Z Posner yg seorang guru mampu berkomitmen dalam pembentukan masa depan anak didik, Alhamdulillah dewan pendidik d'MI ALFALAHIYYAH mengaplikasikan hal tersebut dan itu d'rasakan ketiga anak saya selalu semangat berangkat sekolah d'karenakan para pendidik yg mampu menarik minat belajar anak-anak trimakasih untuk Abi Reza dan dewan pendidik MI AL FALAHIYYAH semoga kedepannya lebih baik lagi dan lagi
posted by Yuli Mom Dirham Minggu, 21 Agustus 2022 08:23 Comment Link