Kepribadian Unggul Menurut Islam

31 Oktober 2014, 5:34 pm Written by 
Published in Agama
Read 70144 times

Kepribadian Unggul Menurut Islam

Oleh Habibah, S.Pd.I (Wakil Wali Kelas II)

 

Personal Excellence (Pribadi yang unggul/sukses) memiliki beberapa penafsiran, Menurut filsafat china pribadi unggul dicirikan dengan 3 hal, yaitu Shio (umur panjang), Hok (harta yang banyak) dan Lok (kekuasaan). Tidak jauh berbeda dengan filsafat china, orang barat mendefinisikan pribadi yang unggul sebagai orang yang memiliki 3P yaitu : Power, Position dan Property. Sedangkan Orang Timur termasuk juga Indonesia memandang pribadi yang unggul atas dasar kepemilikan 3T yakni; harta, Tahta dan Wanita. Lalu bagaimana dengan definisi pribadi unggul menurut Islam?

Al-Qur’an memberikan rumusan tentang pribadi yang unggul dalam 3 kriteria yaitu ; The Best Performance (Performa terbaik), The best attitude (sikap terbaik) dan the best achievement (amal perbuatan terbaik).

 

The Best Performance.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an Surah At-Tiin ayat 4 :

“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya”

Penampilan terbaik seorang muslim ditunjukkan dengan posisi tubuh, ekspresi wajah dan pakaian yang dikenakan. Posisi tubuh yang tegak enunjukkan optimism sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah SAW jika beliau berjalan langkahnya tidak pernah gontai. Selain posisi tubuh, penampilan terbaik dicirikan dengan ekspresi wajah yang ramah, senyum yang tukus saat bertemu dengan sesama muslim, sebagaimana disebutkan dalam hadist;

“Sesungguhnya dihadapan saudaramu (sesama muslim) adalah (bernilai) sedekah bagimu” (HR. Turmudzi).

Berikutnya penampilan terbaik seorang muslim ditunjukkan dengan pakaian terbaik yaitu; menutup aurat, bersih, rapi dan paduan warna yang tepat.

 

 

The Best Attitude

Sikap terbaik seorang muslim digambarkan dalam Al-Qur’an Surat Fushilat ayat 33 :

“ Siapakah yang lebih baik perkataannya dari pada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal sholeh dan berkata; “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri”

Sikap seseorang dinilai dari perkataan atau ucapannya. Dan tidakkah seseorang muslim berkata selain ucapan yang baik, misalnya mengajarkan ilmu dan mengajak orang lain kepada kebaikan. Dianata sikap terbaik itu adalah :

1.     Berbaik sangka (Husnudzon) Positive Thingking.

2.     Pro-aktif yaitu orang yang mempunyai inisiatif dan siap melakukan tindakan bukan hanya bicara.

 

The Best Achievement

Allah SWT berfirman dalam surat Al-Mulk ayat 2 ;

“Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa diantara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun”.

Amalan yang terbaik adalah yang ikhlas dan sesuai dengan kaifiyat (tata cara) yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Usaha seseorang muslim agar memiliki amal terbaik (The Best Achievement) dapat dilakukan dengan bebrapa cara :

1.     Be Outstanding People.

Adalah mereka yang selalu berada di atas rata-rata dan untuk mencapainya, seseorang perlu memiliki prestasi. Misalnya ; Bilal bin Rabbah yang terpilih sebagai satu dari 10 sahabat yang dijamin msuk syurga karena beliau adalah orang yang selalu memelihara wudhu.

2.     Be Extra Ordinary People.

Adalah orang yang luar biasa atau seorang yang memiliki addes value, dimanapun dia berada selalu memberi manfaat atau nilai tambah bagi dirinya dan orang lain.

Ketika kitaberupaya dan berikhtiar menjadi pribadi yang unggul atau seorang yang sukses, sesungguhnya kita sedang merajut hari-hari kita menuju cita-cita yang kita idamkan yakni menjadi insan yang bertakwa sebagaimana firman Allah SWT dalam surah Al-Hujurat ayat 13 :

“ Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu … “

Personal excellence dapat juga dikaitkan dengan dunia kerja setiap tindakan yang dilakukan oleh sesorang muslim selalu beroreintasi pada akhirat. Sehingga motivasi bekerja seorang muslim adalah ibadah kepada Allah SWT. Allah berfirman dalam Surat Al-Qashash ayat 77 :

“ Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan kepada mu (kebahagian) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagiamu dari (kenikmatan)duniawi dan berbuat baiklah  (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan”.

hidup degan kebahaian akhirat atau bekerja untuk ibadah akan menumbuhkan motivasi berprestasu dan menghindarkan diri dari berbuat kerusakan dalam lingkungan kerja seperti melanggar kode etik, tata tertib, aturan dan merusak nama baik institusi.

 

Demikian semoga kita menjadi pribadi muslim yang senantiasa melakukan perbaikan diri.

Rate this item
(1 Vote)

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.