C. Pendahuluan
Proses pembelajaran merupakan proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar (UU No. 20 Tahun 2003). Proses pembelajaran merupakan suatu aktivitas psikis atau mental yang berlangsung dalam interaksi aktif dalam lingkungan, yang menghasilkan perubahan-perubahan pengetahuan, pemahaman, keterampilan dan nilai sikap (Winkel 1991:200).
Proses pembelajaran bukan hanya proses transfer pengetahuan antara pendidik dengan peserta didik saja. Proses pembelajaran juga membantu peserta didik untuk memperoleh informasi, ide, keterampilan, dan cara berpikir secara kreatif dan kritis, supaya peserta didik dapat mengembangkan aktivitas dan kreatifitasnya melalui berbagai interaksi dan pengalaman belajar. Dalam hal ini, proses pembelajaran harus membuat peserta didik aktif dalam mengikuti aktivitas pembelajaran.
Selama ini, aktivitas pembelajaran di sekolah masih menekankan pada perubahan kemampuan pada tingkat dasar, belum memfokuskan kemampuan berpikir pada tingkat tinggi peserta didik. Sehingga, peserta didik tidak terbiasa untuk memecahkan masalahnya sendiri. Proses berpikir dalam pembelajaran dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan minat, bakat, perkembangan fisik dan perkembangan keterampilan berpikir peserta didik.
Kemampuan berpikir kreatif peserta didik tidak dapat berkembang dengan baik apabila dalam kegiatan pembelajaran, pendidik tidak melibatkan secara aktif peserta didik dalam memahami pembentukan konsep pembelajaran, metode pembelajaran yang kurang kreatif, dan pembelajaran masih berpusat pada pendidik. Hal tersebut dapat menghambat kreatifitas peserta didik. Sedangkan, Pendidikan dan pembelajaran akan berkembang seiring perubahan zaman. Pada Abad-21 pembelajaran tidak hanya berpusat pada kemampuan kognitif, tetapi juga mencakup sejumlah keterampilan personal dan sosial. Keterampilan tersebut dikenal dengan 4C CriticaL Thinking (Berpikir kritis), Creativity (Keterampilan Berpikir Kreatif), Collaboration (Keterampilan berkolaborasi) dan Communication (Keterampilan Berkomunikasi). Pada saat ini peserta didik harus memiliki keterampilan 4C agar dapat menghadapi dan menyelesaikan masalah kehidupan di dunia.
Berdasarkan pengamatan peneliti dalam proses pembelajaran Tematik di kelas 1 MI Al Falahiyyah, khususnya pada pembelajaran Seni Budaya dan Prakarya (SBdP) hanya mengembangkan pengetahuan kognitif peserta didik saja. Peserta didik tidak diajak untuk mengembangkan keterampilan berpikir kreatifnya untuk menghasilkan sesuatu yang bermakna. Dengan mengajak peserta didik berpikir kreatif, pendidik dapat mengetahui tingkat berpikir kreatif peserta didik dari hasil belajar peserta didik.
Proses pembelajaran tersebut membutuhkan model, strategi dan metode pembelajaran yang inovatif untuk membuat peserta didik aktif dalam pembelajaran dan dapat mengembangkan keterampilan berpikir kreatifnya. Model pembelajaran sebagai pola interaksi peserta didik dengan guru di dalam kelas yang menyangkut strategi, pendekatan, metode dan Teknik pembelajaran yang diterapkan dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (Maulana, 2011:86). Pembelajaran akan efektif jika pendidik menggunakan model pembelajaran yang tepat.
Model pembelajaran yang dapat digunakan oleh pendidik yaitu model pembelajaran berbasis proyek. Bedard (2016) mengatakan bahwa pembelajaran berbasis proyek mampu untuk mengembangkan kemampuan berpikir siswa, mengembangkan kreativitas peserta didik dan mendorong peserta didik untuk bekerjasama dalam sebuah kelompok atau tim. Model pembelajaran berbasis proyek dapat membuat peserta didik aktif dalam pembelajaran dan mengembangkan keterampilan berpikir kreatifnya dalam menghasilkan sebuah produk atau karya yang bermanfaat.
Berdasarkan permasalahan di atas, maka penulis berusaha untuk meneliti keefektifan model pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) yang menjadi latar belakang masalah dan berguna untuk mengetahui keterampilan berpikir kreatif peserta didik Kelas 1 MI Al Falahiyyah.
D. Perumusan dan Pemecahan Masalah
1. Perumusan masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka dapat dirumuskan rumusan masalah penelitian sebagai berikut: Apakah penggunaan model pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) efektif untuk mengetahui kemampuan berpikir kreatif peserta didik kelas I MI Al Falahiyyah?
2. Pemecahan masalah
Penggunaan model pembelajaran berbasis proyek yaitu Project Based Learning pada pembelajaran tematik, diharapkan mampu membuat proses pembelajaran efektif dalam mengukur tingkat berpikir kreatif peserta didik kelas 1 MI Al Falahiyyah.
E. Tujuan Penelitian
Berdasarkan pada rumusan permasalahan diatas maka penelitian ini bertujuan untuk:
1. Mengetahui keefektifan penggunaan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) dalam mengukur tingkat berpikir kreatif peserta didik kelas 1 MI Al Falahiyyah
2. Mengetahui cara penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL)
F. Manfaat Hasil Penelitian
1. Secara teoritis
Penelitian ini dapat bermanfaat untuk dijadikan sebagai inovasi pendidik dalam proses pembelajaran di sekolah
2. Secara Praktis
a. Untuk peserta didik
1) Meningkatkan kemampuan berpikir kreatif peserta didik
2) Meningkatakan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran di kelas
b. Untuk Pendidik
1) Memberikan informasi kepada para pendidiku dalam menentukan model pembelajaran yang dapat membuat pelajaran menjadi lebih menyenangkan dan mampu meningkatkan kemampuan berpikir kreatif peserta didik
2) Memberikan masukan kepada pendidik untuk mengatasi masalah pembelajaran yang terkait dengan kemampuan berpikir kreatif peserta didik.
c. Untuk Sekolah
1) Hasil penelitian dapat menjadi bahan pertimbangan untuk meningkatkan proses pembelajaran dan mutu Madrasah
G. Kajian Pustaka
1. Hakikat Pembelajaran
Pembelajaran merupakan kegiatan guru secara terprogram dalam desain instruksional, untuk membuat siswa belajar aktif, yang menekankan pada penyediaan sumber belajar (Dimyati). Pembelajaran merupakan suatu sistem yang kompleks yang keberhasilannya dapat dilihat dari dua aspek yaitu aspek produk dan aspek proses. Keberhasilan pembelajaran dilihat dari sisi produk adalah keberhasilan siswa mengenai hasil yang diperoleh dengan mengabaikan proses pembelajaran (Sandjaya, 2011). Pembelajaran merupakan interaksi pendidik dengan peserta didik yang disusun secara sistematis untuk memperoleh tujuan pembelajaran dan memberikan perubahan kepada peserta didik.
2. Model Pembelajaran Project Based Learning
Model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang melukiskan prosedur sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu (Indrawati, 2011:6). Model pembelajaran sebagai rencana atau pola yang dapat digunakan untuk membentuk kurikulum. Mendesain materi-materi instruksional dan memandu proses pembelajaran di ruang kelas atau di tempat yang berbeda (Huda, 2014:73). Model pembelajaran sangat membantu dalam proses pembelajaran, karena jika tidak menggunakan model pembelajaran, maka pembelajaran akan tidak terarah sehingga peserta didik tidak dapat mencapai tujuan belajarnya.
a. Model Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning)
Project Based Learning merupakan salah satu model pembelajaran dengan ciri khusus adanya kegiatan merancang dan melakukan sebuah proyek di dalamnya untuk menghasilkan sebuah produk (Ardianti, dkk, 2017). Pembelajaran berbasis proyek merupakan model pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dan memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik. Pengalaman belajar peserta didik maupun konsep, dibangun berdasarkan produk yang dihasilkan dalam proses pembelajaran berbasis proyek. (Afriana, 2015).
Dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran berbasis proyek adalah model pembelajaran yang berpusat kepada peserta didik untuk menghasilkan sebuah proyek atau produk. Proses tersebut dapat membuat peserta didik mengembangkan keterampilan berpikir kreatifnya.
b. Langkah-langkah Model Pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning)
Menurut Rais dalam Lestari (2015) langkah-langkah model pembelajaran Project
Based Learning adalah sebagai berikut:
1) Membuka pelajaran dengan suatu pertanyaan menantang (start with the big question)
Pembelajaran dimulai dengan sebuah pertanyaan driving question yang dapat memberi penugasan pada peserta didik untuk melakukan suatu aktivitas.
2) Merencanakan proyek (design a plan for the project).
Perencanaan dilakukan secara kolaboratif antara pendidik dengan peserta didik. Dengan demikian peserta didik diharapakan akan merasa memiliki atas proyek tersebut.
3) Menyusun jadwal aktivitas (create a schedule).
Pendidik dan peserta didik secara kolaboratif menyusun jadwal aktivitas dalam menyelesaikan proyek. Waktu penyelesaian proyek harus jelas, dan peserta didik diberi arahan untuk mengelola waktu yang ada.
4) Mengawasi jalannya proyek (monitor the students and the progress of the project).
Pendidik bertanggung jawab untuk melakukan monitor terhadap aktivitas peserta didik selama menyelesaikan proyek.
5) Penilaian terhadap produk yang dihasilkan (assess the outcome).
Penilaian dilakukan untuk membantu pendidik dalam mengukur ketercapaian standar, berperan dalam mengevaluasi kemajuan masing masing peserta didik, Penilaian produk dilakukan saat masing-masing kelompok mempresentasikan produknya di depan kelompok lain secara bergantian.
6) Evaluasi (evaluate the experience).
Pada akhir proses pembelajaran, pendidik dan peserta didik melakukan refleksi terhadap aktivitas dan hasil proyek yang sudah dijalankan.
3. Berpikir Kreatif Peserta Didik
Berpikir kreatif adalah kemampuan menemukan banyak kemungkinan jawaban terhadap suatu masalah, dimana peningkatannya pada kuantitas, ketepatgunaan, dan keberagaman jawaban (Munandar). Sedangkan menurut Wijaya, berpikir kreatif adalah kegiatan menciptakan model-model tertentu dengan maksud untuk menambah agar lebih kaya dan menciptakan yang baru.
Dapat disimpulkan bahwa berpikir kreatif merupakan kemampuan seseorang untuk menghasilkan sesuatu yang baru dan orisinil baik berupa ide-ide maupun karya nyata, dimana ide tersebut digunakan dalam memecahkan suatu masalah. Peserta didik yang kreatif akan mampu menemukan cara untu menyelesaikan masalah belajar yang dihadapinya.
4. Keefektifan Model Pembelajaran Project Based Learning untuk mengukur tingkat berpikir kreatif peserta didik
Proses pembelajaran yang menggunakan model pembelajaran Project Based Learning sangat efektif dilaksanakan dalam pembelajaran untuk mengembangkan tingkat berpikir kreatif peserta didik. Dengan pembelajaran berbasis proyek, peserta didik dapat menuangkan pikirannya pada proyek yang sedang dikerjakan. Peserta didik juga dilatih untuk menyelesaikan masalahnya sendiri saat proses pengerjaan proyek tersebut. Peserta didik berperan aktif dalam proses pembelajaran, hingga akhirnya peserta didik berhasil menciptakan sebuah produk atau karya.
H. Hasil Penelitian
Setelah melaksanakan pembelajaran dengan model pembelajaran berbasis proyek pada pelajaran Tematik di kelas 1 MI Al Falahiyyah khususnya pada materi SBdP yaitu memanfaatkan kulit jagung untuk menghasilkan suatu karya. Pendidik dapat mengukur tingkat berpikir kreatif peserta didik dengan melihat hasil karya dan mengamati hasil presentasi peserta didik. Hasil karya yang diciptakan peserta didik bermacam-macam sesuai dengan tingkat berpikir kreatif peserta didik.
Berdasarkan penelitian ini, maka dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) sangat efektif untuk mengukur tingkat kreatif peserta didik dalam proses pembelajaran.
HASIL KARYA PESERTA DIDIK
Sistem pembelajaran yang membentuk siswa untuk lebih berkreatifitas dalam belajar,, menjadikan belajar lebih bervariasi dan tidak monoton sehingga meningkatkan keinginan belajar lebih tinggi... Success for umi dengan metode belajarnya
posted by Rafa Rafi Minggu, 28 Agustus 2022 14:16 Comment Link