Kisah Inspiratif
Dituturkan oleh Habibah, S.Pd.I
Wakil Wali kelas II ( Dua ) MI. Al Falahiyyah
Sombong adalah penyakit hati yang sering menghinggapi kita semua, benih - benihnya kerap muncul tanpa kita sadari. Ditingkat pertama, Sombong disebabkan oleh faktor materi, kita merasa lebih kaya, lebih rupawan dan lebih terhormat darpada orang lain.
Di tingkat kedua, sombong disebabkan oleh faktor kecerdasan kita merasa lebih pintar, lebih ahli, lebih kompeten dan lebih berwawasan dibandingkan orang lain.
Di tingkat ketiga, sombong disebabkan faktor kebaikan. Kita sering menganggap diri kita lebih bermoral, lebih pemurah dan lebih rukun dibandingkan orang lain.
Yang menarik, semakin tinggi tingkat kesombongan semakin sulit pula kita mendeteksinya. Sombong karena materi sangat mudah terlihat, namun sombong karena kecerdasan apalagi sombong karena kebaikan, sulit terdeteksi karena sering kali hanya berbentuk benih -benih halus didalam batin kita.
Cobalah setiap hari, kita memeriksa batin kita, pikiran kita. Kita ini manusia hanya seperti debu yang suatu saat akan hilang dan lenyap, MENINGGAL !
Kesombongan hanya milik Sang Pencipta Allah Azza Wa Jalla.
Dituturkan oleh : Umy Abdiah, S.Pd.I
Wakil Kepala Madrasah/ Wali Kelas IV ( Empat) MI. AL Falahiyyah
Sediakan kotak P3K ( Pertolongan Pertama Pada Kehidupan ) dalam kehidupan kita. Didalamnya ada 7 ( Tujuh ) benda :
1. Tusuk Gigi
Jangan suka mencongkel - congkel kejelekan orang lain, sebaiknya carilah kebaikan orang lain yang terselip yang tidak kelihatan selama ini
2. Penghapus
Hapus semua kesalahan orang lain yang menyebabkan kita sakit hati
3. Pensil
Tulis dalam hati, berkah rizki, anugrah Allah yang kita terima setiap hari.
4. Plester
Semua luka hati dapat disembuhkan, selama kita mengizinkannya
5. Karet gelang
Bersikaplah fleksibel, karena tidak semua keinginan kita dapat terwujud
6. Permen karet
Bila kita mudah berkomitmen, lakukan semua dengan ikhlas dan selalu setia, seperti permen yang terus menempel.
7. Permen
Berilah senyuman manis ke setiap orang yang kita jumpai, karena senyum seperti permen, semua orang pasti menyukainya.
INGAT : Waktu seperti sungai, kita tidak bisa menyentuh air yang sama untuk kedua kalinya, karena air yang telah mengalir akan terus berlalu dan tidak akan pernah kembali.
Dituturkan oleh Umy Dra. Ariestiawaty
Wali Kelas III ( Tiga ) MI. AL Falahiyyah
Suatu hari seorang lelaki pemarah menemui sang kakek. Dia mendamprat kakek dengan kata - kata kasar. Sang kakek mendengarkannya dengan sabar, tenang dan tidak berkata sepatah pun.
Akhirnya lelaki itu berhenti memaki, setelah itu kakek bertanya kepadanya ”Jika seseorang memberimu sesuatu tapi kamu tidak menerimanya, lalu menjadi milik siapakah pemberian itu ?” lelaki itu menjawab ” Tentu saja masih menjadi milik pemberi”.
” Begitu pula dengan kata - kata kasarmu dan makianmu” timpal kakek. ” Aku tidak menerimanya, jadi itu adalah milikmu. Kamu harus menyimpannya sendiri. Aku menghawatirkan kalau nanti kamu harus menanggung akibatnya, karena kata-kata kasar dan makian hanya akan mebuahkan penderitaan. Sama seperti orang yang ingin mengotori langit dengan meludahinya. Ludahnya hanya akan jatuh mengotori wajahnya sendiri.”
Lelaki itu mendengarkan sang kakek dan merasa malu. Ia meminta maaf dan kemudian berpamitan.