Dituturkan oleh Umy Dra. Ariestiawaty
Wali Kelas III ( Tiga ) MI. AL Falahiyyah
Suatu hari seorang lelaki pemarah menemui sang kakek. Dia mendamprat kakek dengan kata - kata kasar. Sang kakek mendengarkannya dengan sabar, tenang dan tidak berkata sepatah pun.
Akhirnya lelaki itu berhenti memaki, setelah itu kakek bertanya kepadanya ”Jika seseorang memberimu sesuatu tapi kamu tidak menerimanya, lalu menjadi milik siapakah pemberian itu ?” lelaki itu menjawab ” Tentu saja masih menjadi milik pemberi”.
” Begitu pula dengan kata - kata kasarmu dan makianmu” timpal kakek. ” Aku tidak menerimanya, jadi itu adalah milikmu. Kamu harus menyimpannya sendiri. Aku menghawatirkan kalau nanti kamu harus menanggung akibatnya, karena kata-kata kasar dan makian hanya akan mebuahkan penderitaan. Sama seperti orang yang ingin mengotori langit dengan meludahinya. Ludahnya hanya akan jatuh mengotori wajahnya sendiri.”
Lelaki itu mendengarkan sang kakek dan merasa malu. Ia meminta maaf dan kemudian berpamitan.