Bersin Dan Menguap

2 November 2014, 10:55 am Written by 
Published in Agama
Read 530 times

Oleh : Hj Sunani (Pendidik Senior MI Al-Falahiyyah)

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda, “Sungguh Allah mencintai orang yang bersin dan membenci orang yang menguap, maka jika kalian bersin maka pujilah Allah dan setiap ang mendengarkan pujian Allah itu untuk menjawabnya : adapun menguap, maka itu dari syaitan, maka lawanlah sekuat tenagamu. Dan apabila seseorang menguap dan terdengar bunyi; Aaaa, maka syaitan pun tertawa karenanya”. (Shahih Bukhari 6223)

Imam Ibnu Haja, berkata, “Imam Al-Khathabi mengatakan bahwa makna cinta dan benci pada hadist di atas dikembalikan kepada sebab yang termaktub dalam hadist itu. Yaitu bahwa bersin terjadi karena badan yang kering dan pori-pori kulit terbuka, dan tidak tercapainya rasa kenyang, ini berbeda dengan orang yang menguap. Menguap terjadi karena badan kekenyangan dan badan terasa berat untuk beraktivitas, hal ini karena banyaknya makan, bersin bisa menggerakkan orang untuk beribadah, sedangkan menguap menjadikan orang malas (Fath-hul Baari : 10/6077). Nabi menjelaskan bagaimana seseorang yang mendengar orang yang bersin dan memuji Allah dengan membalas pujian tersebut. Rasulullah SAW bersabda; “ apabila salah seorang diantara kalian bersin, maka ucapkanlah “Al-Hamdulillah” dam hendaklah orang yang mendengarnya menjawab dengan “Yarhamu Kallahu” dan bila dijawan demikian , maka balaslah dengan ucapan “yahdikumullahu wa yuslihuu baalakum” (HR. Bukhari, 6224)

Para dokter di jaman sekarang mengatakan “menguap adalah gejala yang menunjukkan bahwa otak dan tubuh orang tersebut membutuhkan oksigen dan nutrisi, dank arena organ pernapasan kurang dalam menyuplai oksigen kepada otak dan tubuh. Hal ini terjadi ketika kita sedang ngantuk atau pusing, lesu dan sedang mengfhadapi kematiannya. Dan menguap adalah aktivitas menghirup udara dalam-dalam melalui mulut, dan bukan hidung dengan cara biasa menarik napas dalam-dalam. Mulut bukanlah organ yang diciptakan untuk jalan pernapasan, karena tidak ada filter (bulu), lender dan suhu hangat untuk mencegah masuknya berbagai jenis mikroba dan debu yang berterbangan di udara.

Oleh sebab itu Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk melawan sekuat tenaga “menguap” atau segera menutup mulut saat menguap dengan tangan kanan atau punggung tangan kiri. Bersin adalah lawan dari menguap yaitu keluarnya udara dengan keras/kuat dari badan dan bersamaan dengan bersin itu akan terkuras dari badan seperti debu, haba-haba (sesuatu yang sangat kecil di udara yang hanya terlihat ketika ada sinar matahari) atau kutu dan mikroba yang terkandung masuk dalam organ pernapasan. Oleh karena itu secara tabi’at bersin itu datangnya dari Yang Maha Rahim, sebab padanya terdapat manfaat yang besar bagi tubuh. Sedangkan menguap datangnya dari syaitan sebab ia mendatangkan bahaya bagi tubuh .

Dan setiap orang hendaklah memuji Allah SWT yang Maha Suci lagi Maha Tinggi. Ketika dia bersin dan meminta perlindungan Nya dari godaan syaitan yang terkutuk ketika sedang menguap (lihat Al-Haqa’ah Al-Tarbiyah fii Al-Islam hal 155).

Rate this item
(0 votes)

2 comments

  • ari stavara

    sewaktu bersin memang terasa nikmat makanya aku ucapkan alhamdulillah karena dengan bersin kuman kuman penyakit hilang atau keluar dari tubuhku artikel ini sangat bagus

    posted by ari stavara Rabu, 18 November 2015 11:20 Comment Link
  • cecep

    Hmmm...rupanya artikel ini yang dijadikan bahasan oleh Kamad sewaktu memberikan khulashohnya ketika jd pembina upacara, pada senin kemarin. Cukup menarik memang dr apa yg ditulis oleh DR Hj.Sunani, MA. Memang begitu seharusnya seorang Muslim ketika bersin, yaitu mengucapkan kalimat Tahmid/pujian kpd Alloh. Saya sebagai The be to first comment/atau menjadi org yang pertama kali komen sekedar ingin menambahkan dari apa yg pernah sy dapati selama belajar, yaitu mengenai cara kita untuk mencegah atau sekuat tenaga agar tidak menguap. Diantara cara yg terbaik dan tepat sesuai dengan tuntunan Hadits Kanjeng Rasulullah yaitu ketika kita akan menguap, maka cepat2 kita membaca TASBIH atau kalimat SUBB...HANALLOOH. Menurut beliau SAW dgn kita membaca Subhaanalloh maka mulut kita akan terkunci rapat/terkatup pada saat pengucapan Huruf BA' sukun, dgn begitu mulut tidak mudah terbuka/menganga/mangap/menguap atau bahasa haditsnya Tasa,ub. Ini bukan berarti sy bertentangan dgn org yg membaca Ta'awudz...tidak sama sekali... keduanya sama2 benar dan tidak bertentangan kalo kita mau sedikit berfikir di dalam hati yg Jernih yg tdk disusupi oleh Nafsu. Wassalaamu 'ala manittaba'al Huda Wassalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh

    posted by cecep Selasa, 03 November 2015 09:33 Comment Link

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.