Strategi pembelajaran PAIKEM (active learning) dan Langkah Penerapannya.

26 Oktober 2014, 10:43 am Written by 
Published in Pendidikan
Read 654 times

Oleh : Umi Dra. Ariestiawati (Wali Kelas III)

 

    Dalam kegiatan belajar mengajar tingkat pencapaian daya serap peserta didik sangat  ditentukan oleh penyampaian dan metode pembelajaran yang diterapkan oleh pendidik. Dengan penggunaan metode yang efektif dan variatif diharapkan peserta didik tumbuh minat dan semangat untuk menjalankan proses belajar aktif yang pada akhirnya tingkat daya serap pembelajaran akan meningkat. 

    Berikut ini akan kami sajikan metode dan strategi pembelajaran aktif (active learning) atau sering dikenal dengan sebutan paikem (pembelajaran, aktif, inivatif, kreatif, efektif dan menyenangkan) antara lain : 

 

 

1. EVERY ONE IS TEACHER HERE (setiap peserta didik adalah pendidik)

Langkah-langkah penerapannya :

  1. Bagikan kertas kepada setiap peserta didik dan mintalah mereka memikirkan sebuah pertanyaan tentang materi pokok yang telah atau sedang dipelajari , atau topic khusus yang ingin mereka diskusikan di dalam kelas. 
  2. Kumpulkan kertas-kertas tersebut, dikotak dan dibagikan kembali secara acak kepada masing-masing peserta didik dn diusahakan pertanyaan tidak kembali kepada ybs.
  3. Mintalah mereka membaca dan memahami pertanyaan di kertas masing-masing sambil memikirkan jawabannya. 
  4. Undang sukarelawan (volunteer) untuk membacakan pertanyaan yang ada ditangannya. (untuk menciptakan budaya bertanya, upayakan memotivasi peserta didik untuk angkat tangan bagi yang siap membaca, tanpa langsung menunjuknya).
  5. Mintalah dia untuk memberikan respon (penjelasan) atas pertanyaan atau permasalahan tsb., kemudian mintalah kepada teman sekelasnya untuk member pendapat atau melengkapi jawabannya. 
  6. Berikan apresiasi (pujian/tidak menyepelekan) terhadap setiap jawaban/tanggapan peserta didik agar termotivasi dan tidak takut salah. 
  7. Kembangkan diskusi lebih lanjut dengan dengan cara peserta didik lain bergiliran membacakan pertanyaan di tangan masing-masing sesuai waktu yang tersedia. 
  8. Pendidik melakukan kesimpula, klarifikasi, dan tindak lanjut. 

 

   Tujuan penerapan metode ini adalah membiarkan peserta didik untuk belajar aktif secara individu dan membudayakan berani bertanya, tidak mundur dan tidak takut salah.

 

2. WRITING IN HERE AND NOW (menulis pengalaman secara langsung)

   Menulis dapat membantu peserta didik merefleksikan pengalaman yang telah mereka alami dengan langkah-langkah sbb : 

  1. Pendidik memilih  jenis pengalaman yang diinginkan untuk ditulis oleh peserta didik untuk tujuan reflektif, yang terbaik adalah menulis pengalaman pertama yang dialami.
  2. Pendidik mulai memerintahkan peserta didik  untuk menulis sebanyak mungkin tanpa aturan prosedur penulisan dan berisi perasaan-perasaan yang telah dialami.
  3. Pendidik memberi waktu yang cukup dan peserta didik seharusnya tidak merasa terburu-buru dan ketika mereka telah selesai, pendidik  mengajak mereka untuk membacakan tentang refleksinya. 
  4. Pendidik mendiskusikan hasil pengalaman peserta didik tsb bersama-sama.
  5. Pendidik melakukan kesimpulan, klarifikasi, dan tindak lanjut. 

 

3. READING A LOUD (membaca dengan nyaring)

   Membaca suatu teks/wacana dengan keras dapat membantu peserta didik memfokuskan perhatian secara mental, menimbulkan pertanyaan dan merangsang diskusi dengan prosedur dan strategi sebagai berikut :

  1. Pendidik memilih sebuah teks/wacana yang cukup menarik untuk dibaca dengan keras misalnya tentang “kekeringan” dan hendaknya dibatasi dengan pilihan teks kurang dari 500 kata.
  2. Pendidik menjelaskan teks/wacana itu pada peserta didik secara singkat, kemudian membuat pointer/kata kunci/masalah-masalah pokok yang dapat diangkat.
  3. Pendidik membagi bacaan teks/wacana itu dengan beberapa alinea dan menyuruh volunteer untuk membaca keras pada bagian-bagian yang berbeda. 
  4. Ketika bacaan sedang berjalan pendidik menghentikan di beberapa tempat untuk memberikan tekanan dan pertanyaan atau contoh dari peserta didik lain.
  5. Pendidik dapat membuat diskusi singkat jika para peserta didik menunjukkan minat pada bagian tertentu, kemudian pendidik melanjutkannya dengan menguji apa yang ada dalam teks/wacana tersebut.
  6. Pendidik melakukan kesimpulan, klarifikasi dan tindak lanjut.

Catatan: 

Ketiga contoh strategi di atas bertujuan untuk lebih memotivasi pembeljaran aktif secara individu, sedangkan contoh strategi berikut lebih memotivasi belajar aktif bersama. (cooperative learning). 

 

4. THE POWER OF TWO & FOUR (menggabungkan 2 dan 4 kekuatan)

    Langkah-langkah penerapan sebagai berikut : 

  1. Tetapkan satu masalah/pertanyaan terkait dengan kompetensi dasar/indicator/tujuan pembelajaran.
  2. Beri kesempatan pada peserta didik untuk berpikir sejenak tentang masalah tersebut.
  3. Bagikan kertas pada peserta didik untuk menuliskan pemecahan masalah/jawaban (secara mandiri) lalu periksalah hasil kerjanya.
  4. Perintahkan peserta didik bekerja berpasangan 2 orang dan berdiskusi tentang jawaban masalah tersebut, lalu periksalah hasil kerjanya. 
  5. Peserta didik membuat jawaban baru atas masalah yang disepakati berdua. 
  6. Selajutnya perintahkan peserta didik bekerja berpasangan 4 orang lalu berdiskusi dan bersepakat mencari jawaban terbaik dan periksalah hasil kerjanya.
  7. Jawaban ditulis pada satu kertas dan pendidik memeriksa dan memastikan setiap kelompok telah menghasilkan kesepakatan terbaik atas jawaban masalah yang dicari.
  8. Pendidik mengemukakan penjelasan dan solusi atas permasalahan yang disdiskusikan tadi.
  9. Pendidik melakukan kesimpulan , klarifikasi dan tindak lanjut. 

Tujuan  penerapan metode ini adalah membiasakan belajat aktif secara kelompok (belajar bersama hasilnya lebih berkesan)

 

5. INFORMATION SEARCH (mencari informasi)

Langkah-langkah penerapan sebagai berikut : 

  1. Tersedia referensi terkait topic pembelajaran tertentu sesuai KD/Indikator/Tujuan pembelajaran (misalnya hakikat manusia dalam Islam)
  2. Pendidik menyusun kompetensi dari topic tersebut.
  3. Mampu mengidentifikasi karakter manusia muslim kaffah
  4. Pendidik membuat pertanyaan untuk memperoleh kompetensi tersebut. 
  5. Carilah ayat dan hadist terkait. 
  6. Bagi kelas dalam kelompok kecil (max 3 org)
  7. Peserta ditugasi mencari bahan di perpustakaan/internet yang sebelumnya sudah diketahui oleh pendidik bahwa bahan itu memang ada.
  8. Setelah peserta mencari dan kembali ke kelas, pendidik membantu dengan cara membagi referensi kepada mereka
  9. Peserta diminta mencari jawaban dalam referensi tersebut yang dibatasi oleh waktu (minimal 10 menit)
  10. Hasilnya didiskusikan bersama seluruh kelas.
  11. Pendidik menjelaskan materi pelajaran terkait dengan topik tersebut.
  12. Pendidik melakukan keimpulan, klarifikasi dan tindak lanjut. 

 

6. POINT – COUNTER POINT (beradu pandangan sesuai perspektif tertentu)

Langkah-langkah penerapannya : 

  1. Pilih satu topik yang mempunyai dua perspektif atau lebih.
  2. Bagi kelas menjadi beberapa kelompok sesuai dengan perspektif yang ada.
  3. Pastikan bahwa masing-masing kelompok duduk pada tempat yang terpisah.
  4. Mintalah masing-masing kelompok untuk menyiapkan argument sesuai dengan perspektif kelompoknya. 
  5. Pertemukan kembali masing-masing kelompok tertentu untuk memulai berdebat dengan menyampaikan argument yang disepakati dalam kelompok.
  6. Undang anggota kelompok lain untuk menyampaikan pandangan yang berbeda dan seterusnya. 
  7. Beri klarifikasi, kesimpulan dengan membandingkan isu-isu yang anda amati. 

 

7. READING GUIDE (bacaan terbimbing)

Langkah-langkah penerapannya sebagai berikut : 

  1. Tentukan bacaan yang akan dipelajari.
  2. Buatlah pertanyaan-pertanyaan yang akan dijawab oleh peserta atau bagan/skema yang akan dijawab oleh mereka dari bahan bacaan yang telah dipelajari tadi.
  3. Bagikan bahan-bacaan dengan pertanyaan 1 bagan/skema / kisi-kisi kepada peserta.
  4. Tugas peserta mempelajari bahan bacaan dengan menggunakan pertanyaan/bagan/skema yang ada dan batasi waktunya maksimal 30 menit.
  5. Bahan pertanyaan/bagan/skema/kisi-kisi dengan menanyakan kepada peserta.
  6. Berilah ulasan dan penjelasan secukupnya.
  7. Pendidik melakukan keimpulan, klarifikasi dan tindak lanjut.

 

8. ACTIVE DEBATE (debat aktif)

Langkah-langkah penerapannya sebagaai berikut : 

  1. Kembangkan suatu pertanyaan yang berkaitan dengan sebuah kasus atau isi kontroversial dalam suatu topik yang relevan dengan KD/Indikator / tujuan pembelajaran. 
  2. Bagi kelas menjadi dua kelompok, tugaskan mereka pada posisi ”pro” satu kelompok dan posisi ”kontra” satu kelompok lain. 
  3. Minta setiap kelompok untuk menunjukkan wakil mereka, dua atau tiga orang sebagai juru bicara dengan posisi duduk saling berhadapan. 
  4. Awali ”debat” ini dengan meminta masing-masing juru bicara untuk mengemukakan pandangannya secara bergantian. 
  5. Setelah itu juru bicara ini akan kembali ke kelompok mereka untuk minta pendapat guna mengatur strategi membuat bantahan pada kelompoklainnya. 
  6. Apabila dirasa cukup, hentikan debat ini (pada saat puncak perdebatan) dengan tetap menyisakan waktu sebagai follow up dari kasus yang diperdepatkan.
  7. Pendidik melakukan kesimpulan, klarifikasi dan tidak lanjut.

 

9. INDEX CARD MATCH (mencari jodoh/ pasangan kartu)

Langkah-langkah penerapannya sebagai berikut  ;

  1. Buatlah potongan-potongan kertas sejumlah peserta dalam kelas dan kertas tersebut dibagi menjadi dua kelompok.
  2. Tulis pertanyaan tentang materi yang telah diberikan sebelumnya pada potongan kertas yang telah disiapkan, setiap potongan kertas satu pertanyaan. 
  3. Pada potongan kertas yang lain tulislah jawaban dari pertanyaan - pertanyaan yang telah dibuat.
  4. Kocoklah semua kertas tersebut sehingga akan tercampur antara soal dan jawaban.
  5. Bagikan tiap peserta satu kertas, jelaskan bahwa ini kegiatan yang dilakukan berpasangan, sebagaian pesereta akan mendapatka pertanyaan dan sebagian lagi jawabannya. 
  6. Mintalah peserta untuk masing-masing mencari pasangannya. Jika sudah ada yang menemukan pasangan, mintalah mereka untuk duduk berdekatan. Jelaskan juga agar mereka tidak memberikan materi yang mereka dapatkan kepada teman pasangan yang lain. 
  7. Mintalah tiap pasangan untuk membaca soal dan jawabannya dengan suara keras. 
  8. Akhiri proses ini dengan kesimpulan, klarifikasi dan tindak lanjut.

 

10. JIGSAW LEARNING (belajar melalui tukar delegasi antar kelompok/team ahli)

Langkah-langkah penerapannya sebagai berikut :

  1. Pilih materi pembelajaran yang dapat dibagi menjadi beberapa bagian.
  2. Bagilah peserta menjadi beberapa kelompok sesuai dengan jumlah bagian yang ada. Jika jumlah peserta 25 sedang jumlah bagian ada 5, maka masing-masing kelompok terdiri dari 5 orang.
  3. Setiap kelompok mendapatkan tugas membaca, memahami dan mendiskusikan   serta membuat ringkasan materi pembelajaran yang ada. 
  4. Setiap kelompok mengirimkan anggotanya ke kelompok lain untuk menyampaikan apa yang telah mereka pelajari di kelompoknya. 
  5. Kembalikan susana kelas seperti semula, kemudian tanyakan seandainya ada perseolan yang tidak terpecahkan.
  6. Berilah peserta didik pertanyaan untuk mengecek pemahaman mereka terhadap materi yang dipelajari.
  7. Pendidik melakukan kesimpulan, klarifikasi dan tindak lanjut.

 

11. ROLE - PLAY (bermain peran)

Langkah-langkah penerapannya sebagai berikut :

  1. Menetapkan topik (konflik interpersonal, konflik antar golongan, perbedaan pendapat/perspektif dll)
  2. Tunjuk dua orang peserta didik maju ke depan untuk memerankan karakter tertentu (10 - 15 menit)
  3. Mintalah mereka untuk \bertukar peran. 
  4. Hentikan role play apabila telah mencapai titik puncak.
  5. Pada saat kedua peserta didik memerankan karakter tertentu di muka kelas, peserta didik lainnya diminta untuk mengamati dan menuliskan tanggapan mereka.
  6. Pendidik melakukan kesimpulan, klarifikasi dan tindak lanjut.

 

12. DEBAT BERANTAI

Langkah-langkah penerapannya sebagai berikut :

  1. Peserta didik dibagi menjadi beberapa kolompok kecil.
  2. Masing-masing kolompok ditumpuk sebagai koordinator untuk menulis.
  3. Mereka diberi konsep atau gagasan yang mengundang pro-kontra.
  4. Masing-masing kelompok memberikan pendapatnya dengan cara: koordinator mengatur posisi duduk melingkar, setiap anggota kelompok menyampaikan ide setuju dengan alasannya, bergantian anggota yang lain tidak setuju dengan alasannya. Pada putaran kedua lakukan terbalik. 
  5. Pendidikl meminta peserta didik secara sukarela maju ke depan untuk mernuliskan alasan yang setuju dan tidak setuju. 
  6. Pendidik menyimpulkan dan melakukan refleksi serta tindak lanjut. 

 

Rate this item
(0 votes)

4 comments

  • nhgnxnCap

    payday loan consolidation instant payday loans payday loan best payday loans payday loans online direct lenders

    posted by nhgnxnCap Kamis, 14 September 2017 05:28 Comment Link
  • nztooxCap

    quick payday loans payday loans best payday loans guaranteed payday loans payday loan direct lender

    posted by nztooxCap Sabtu, 26 Agustus 2017 18:24 Comment Link
  • Abi Aceng

    setelah saya mempelajari artikel umi Arietiawati . kini saatnya kita merubah kbm harus mengikuti perkembangan zaman, kita sebagi pendidik dituntut untuk lebih kreatif,inovatif,dan produktif dalam menerapkan metode pembelajaran agar peserta didik tidak jenuh dalam belajar. sedmoga pendidikan di negara kita tercinta akan kembali berjaya. dan generasi berikut menjadi manusia yang berakhlakul karimah.amin

    posted by Abi Aceng Senin, 02 November 2015 11:08 Comment Link
  • cecep

    Sangat menarik untuk dipelajari dan dikaji serta dipraktekkan dari apa yang sudah dijelaskan dalam artikel yang cukup menyentuh alam pikiran saya selaku pelaku pendidikan. Memang sebagai seorang pendidik, kita harus kaya akan metode atau teknik penyampaian yg menarik dan disenangi siswa. Guru yang kaya akan metode biasanya sangat dinanti jam pelajarannya oleh para anak didik, dan ketidakhadirannya sangat disayangkan. Contoh untuk mengetahui apakah kita guru yang disenangi atau tidak di senangi adalah ... misalnya kita berkata " Anak-anak..., besok Aby tidak masuk karena Aby harus keluar negeri bersama anak dan isteri serta tetangga Aby.." Lalu anak-anak menjawab..." Yaaaaahhh.. aabyy... kok ngga masuk si by...? Nah itu tanda bahwa ketiadaan kita sangat tidak diinginkan oleh mereka dan kehadiran kita bersama mereka dalam belajar sangat dinanti (bahkan dirindukan)... Tapi kalo mereka merespon kita dengan ungkapan... HOREEEE.... ASYIIK ...Aby besok ngga masuk... Maka ini sesuatu yang bagi saya berarti ada yang salah dalam mengajar atau ada "SESUATU" yang musti dibenahi. Apa yang harus diperbaiki? Tiada lain gaya dan metode mengajarnyalah yang harus diperbaiki..

    posted by cecep Senin, 26 Oktober 2015 22:49 Comment Link

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.