Filosofi Pohon Bambu

16 November 2014, 2:15 pm Written by 
Published in Kisah Inspiratif
Read 839 times Last modified on Senin, 16 November 2015 16:59

Oleh ; Eka Fadhiel Ibrahim

Tahukah anda bahwa ternyata pohon bambu tidak menunjukkan pertumbuhan berarti kurang lebih selama 5 (lima) tahun pertama. Walaupun setiap hari diberikan pupuk dan tersiram dengan rajin, tumbuh kembangnya pun hanya beberapa centimeter saja. Namun setelah lima tahun, maka pertumbuhan pohon bambu tidak dapat dibendung, ia mambpu tumbuh begitu pesat dan ukurannya tak hanya lagi centimeter melainkan meter. Dan itu hanya terjadi dalam hitungan minggu kawan.

Sebetulnya apa gerangan yang terjadi dengan fenomena sebuah pohon bambu ?

Ternyata, selama kurun waktu lima tahun pertama, ia mengalami pertumbuhan hebat pada akar, dan bukan pada batang. Pohon bambu sedang menyiapkan pondasi yang sangat kuat untuk menopang ketinggiannya yang akan tumbuh sekitar berpuluh-puluh meter.

Bayangkan dan khayalkan apa yang akan terjadi jika pohon bambu tidak memiliki akar yang kuat untuk menopang ketinggiannya? Tentu, dengan sedikit tiupan angin saja akan membuatnya tumbang.

 Pesan Moral

Jika anda sedang atau sudah mengalami kegagalan dan merasa jauh sekali dari hasil yang anda inginkan dan harapkan, sebenarnya bukan berartu anda tidak mengalami perkembangan. Justru anda sedang mengalami pertumbuhan yang luar biasa dasyhat di dalam diri anda. Mental anda sedang ditempa dan dipersiapkan menuju kesuksesan anda.

Ketika anda lelah, resah bahkan hampir ingin menyerah dalam mengatasi keras dan kejamnya kehidupan. Tetaplah semangat dan petiklah hikmah dari pelajaran moral sebuah pohon bambu ini. jika kita cepat putus asa maka hanya akan memberikan kita kehampaan atau kesia-siaan belaka atas kerja keras yang selama ini telah kita lakukan. Sehingg akhirnya kita tak dapat memetik manisnya hasil perjuangan  selama ini.

Sebagai insan, yang dianugerahi Tuhan sebuah akal, budi dan perasaan, seyogyanya kita harus belajar dari pohon bambu yang mana hampir seluruh bagiannya memiliki manfaat. Begitupula kita sebagai manusia, peran kita di dunia ini adalah sebagai khalifah. Maka setiap tindakan, baik perkataan, perbuatan dan pikiran yang kita lakukan hendaknya baik dan berdampak baik pula bagi sesama mahkluk ciptaan-Nya.

Buya Hamka berkata; “Kalau hidup hanya sekedar hidup, babi di hutan juga hidup. Kalau kerja sekedar kerja, kera pun juga bekerja”

Maka jadilah manusia yang dapat memberikan manfaat bagi lainnya. Tak hanya sekedar hidup, tapi menghidupkan, tak hanya bekerja tapi bekerja berlandaskan ibadah. Karena semua tentu akan kembali kepada niat kita dalam melakukan sebuah tindakan.

Jika anda amati, ketika pohon bambu terterpa angin kencang , dia akanmerunduk. Dan setelah hembusan angin berlalu, dia pun akan tegak kembali. Seperti perjalanan hidup seseorang manusia, pastilah tidak lepas dari musibah, rintangan. Jadilah seperti pohon bambu! Fleksibelitas pohon bambu mengajarkan kita sikap hidup yang berpijak pada kokohnya keteguhan hati dalam menjalani hidup, walau penuh rintangan dan cobaan namun tidak kaku, pasrah, bahkan putus asa.  

Sebuah pohon bambu setelah tunasnya tumbuh keluarlah rebung. Hal ini mengajarkan bagaimana kita perlu sebuah PROSES untuk menjadi lebih baik dengan kesabaran, ketekunan, kegigihan dalam berusaha. Sukses hidup dicapai melalui PROSES, dan bukan sesuatu yang INSTAN yang dengan mudah tercipta.

Sobat, tidak ada kata menyerah untuk terus tumbuh dan berkembang, tak ada alasan untuk berlama-lama terpendam dalam keterbatasan, tak ada alasan berdiam diri meratapi kepediahn nasib yang tersurat, karena bagaimanapun pertumbuhan harus diawali dari kemampuan untuk mempersiapkan diri dalam kondisi yang paling sulit dan rumit sekalipun. Maka siapkanlah diri anda untuk menerima segala kemungkinan yang akan terjadi nanti, entah baik atau buruk sekalipun.

Jangan pernah menyesali setiap detik-detik kehidupan yang telah ditakdirkan Tuhan untukmu. Tetap optimis dan singkirkan segala pikiran pesimis dalam meraih kesuksesan. Teruslah melangkah, teruslah berusaha nikmati setiap getir kehidupan. “hari hari yang baik akan memberi kebahagian dan Hari-hari yang buruk akan memberi pengalaman”

Pastikan dalam lima tahun mendatang, hidup kita akan MENJULANG TINGGI dan menjadi PEMBERI BERKAH bagi sesama.  

Rate this item
(0 votes)

2 comments

  • Zamahsyari

    Bismillahi wassalaamu 'ala manittaba'al Huda Wassalamu'alaikum Warohmatullohi wabarokatuh... Sy tertarik dgn apa yg dikatakan oleh Prof Hamka atau Haji Abdul Malik Karim Amrullah... beliau termasuk Ulama yg menurut sy cukup kharismatik dan Sufistik dan sering turun hujan rintik-rintik hehe... Menanggapi apa yg beliau katakan bahwa kalo hidup hanya sekedar kerja, maka kera dihutan juga kerja, kalo hidup hanya sekedar hidup, maka babi juga hidup. HIDUP dari 2 suku kata yaitu HI dan DUP artinya masih sy rahasiakan, tdk sy beberkan di koment ini, kalo mau tau, silahkan dtg krmh sy di Cidodol. Hidup ada yg bersifat Idhofi atau Hidup sandaran dan ada Hidup yang bersifat Haqiqi. Hidup yang Idhofi yaitulah hidupnya orang Kafir yg Hidup hanya sekedar hidup, makan dan minum seperti binatang ternak, dalam Al-Qur'an ditegaskan ALLADZINA KAFARU YA'KULUNA WA YATAMATTA'UUNA KAMAA TA'KULUL AN'AAMA. Yaitu orang2 kafir yang mereka makan dan mereka bersenang-senang sebagaimana makannya Binatang ternak... Kita selaku orang beriman maka janganlah sama dengan binatang, janganlah sama dgn org kafir, yg tiada ibadah dan hanya makan, minum, bersenang-senang.. Dalam ayat yg lain yaitu dlm surat Al-Anfal ayat 24 yg berbunyi: YA AYYUHALLADZINA AAMANUS TAJIBUU LILLAAHI WALIRROSUULI IDZA DA'AAKUM LIMAA YUHYIIKUM WA'LAMUU ANNALLOHA YAHUULU BAYNAL MAR-I WA QOLBIH WA ANNAHU ILAYHI TUHSYARUUN... Pahamilah, renungkanlah, telitilah, kajilah, hayati, tafakkuri kalimat yg berbunyi "IDZA DA'AAKUM LIMAA YUHYIIKUM" apabila mengajak kepada kamu kepada yg dapat menghidupkan kamu... Menghidupkan kamu...??? kok menghidupkan kamu? Bukankah kita atau orang2 beriman (yg menjadi Khithob) ini sudah hidup..??? kok Nabi menyeru kpd yang menghidupkan kita?memangnya kita ini mati, kok pake dihidupkan..? Nah.... disinilah yg dimaksud dan menjadi jawaban/penjelasan dr yg dikatakan Buya Hamka, Hidup yg dimaksud dlm ayat ini adalah Hidupnya dgn Ibadah, Hidupnya dengan ZIKRULLOH, Hidupnya dgn Tasbih, Hidupnya dengan TAUHID, Hidupnya dgn TAQWALLOH, Hidupnya dengan Kalimat Thoyyibah, oleh karenanya org yg Hatinya tiada kalimat Thoyyibah atau Kalimat Taqwa atau Kalimat Ismu Dzat maka dianggap KOSONG atau dianggap Mati... Matsalul ladzina yadzkurunalloha walladzina laa yadzkuruunalloha kamatsalil HAYYI WAL MAYYITI... Bahkan suatu ketika Nabiyulloh Musa Rosulullah wa kalimulloh pernah berkata kepada Alloh SWT "Ya Alloh... engkau ciptakan manusia, engkau ciptakan alam dunia serta kenikmatan, Kau ciptakan Kiamat, dan engkau ciptakan syurga dan Neraka. Mengapa tidak engkau masukkan mereka semua ke dalam Syurgamu Ya Alloh...??? Mengapa ada diantara mereka yg masuk ke Nerakamu Ya Alloh...??? Alloh menjawab: Wahai Musa.... Bangkitlah dan tanamlah padi dan tunggulah sampai masa panen bagimu.." Lalu Musa menanam padi seperti yg diperintahkan Allah kepadanya, setelah tiba masa panen, Maka Alloh berfirman kepada Musa.." Hai Musa.. adakah diantara padi yg telah kau tanam ada yang kosong? Musa menjawab... Ada ya Alloh... ada di antara padi2 yg aku tanam ada juga padi yg kosong... Alloh berfirman:..." Ya Musa... begitu pulalah Aku...,Aku tidak masukkan ke dalam syurgaku orang-orang yang Kosong... Dari penjelasan dan cerita ini, semoga kita ingat, sadar, dan inshof akan pentingnya menjadi manusia yg ber-ISI , manusia yg bertaqwa, manusia yg ber-ZIKIR dan ber-FIKIR.

    posted by Zamahsyari Senin, 23 November 2015 20:58 Comment Link
  • fikky lazuardi

    pohon bambu adalah yg tidak berbuah akn tetapi banyak manfaat bagi manusia di antaranya,untuk bikin rumah ,buat pagar,buat tangga dan lain lain.oleh dari itu kita haruslah memiliki pedoman dan pijakan yg kuat dalam hidup ini agar tidak mudah goyah oleh berbagai godaan gangguan yg meyesatkan .maka dari itu kita wajib untuk belajar dengan penuh kesungguhan

    posted by fikky lazuardi Rabu, 18 November 2015 11:48 Comment Link

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.