Lima Prinsip Hidup Yang Bisa Membuat Hidup Tenang

15 November 2014, 9:51 am Written by 
Published in Kisah Inspiratif
Read 649 times Last modified on Senin, 16 November 2015 17:04

Oleh ; Aby Cecep supandi, S.Pd.I (Wali Kelas V MI Al-Falahiyyah)

Seorang anak bertanya kepada neneknya yang sedang menulis sebuah surat. “Nenek lagi menulis tentang pengalaman kita ya ? atau tentang aku ?” Mendengar pertanyaannya si cucu, sang nenek berhenti menulis dan berkata kepada cucunya. “Sebenarnya nenek sedang menulis tentang kamu, tapi ada yang lebih penting dari isi tulisan ini yaitu pensil yang nenek pakai”. “Nenek harap kamu bakal seperti pensil ini ketika kamu besar nanti”, ujar si nenek.

Mendengar jawaban ini, si cucu kemudian melihat pensilnya dan bertanya kembali kepada si nenek ketika dia melihat tidak ada yang istimewa dari sebatang pensil yang nenek pakai. “Tapi nek, sepertinya pensil itu sama saja dengan pensil yang lainnya” ujar si cucu.

Si nenek kemudian menjawab “Itu semua tergantung bagaimana kamu melihat pensil ini”. “Pensil ini mempunyai lima kualitas yang bisa membuatmu selalu tenang dalam menjalani hidup, kalau kamu selalu memegang prinsip-prinsip itu didalam hidup ini”. Si nenek kemudian menjelaskan lima kualitas dari sebuah pensil.

Pertama ; Pensil mengingatkan kamu kala kamu bisa berbuat hal yang hebat dalam hidup ini. Layaknya sebuah pensil kala menulis, kamu jangan pernah lupa kalau tangan yang selalu membimbing langkah kamu dalam hidup ini. Kita menyebutnya tangan Tuhan. Dia akan selalu membimbing kita menurut kehendak-Nya.

Kedua : Dalam proses menulis, nenek kadang beberapa kali harus berhenti dan menggunakan rautan untuk menajamkan kembali pensil nenek. Rautan ini pasti akan membuat pensil menderita. Tapi setelah proses meraut selesai, si pensil akan mendapatkan ketajamannya kembali. Begitu juga dengan kamu, dalam hidup ini kamu harus berani menerima kesusahan dan penderitaan, karena merekalah yang akan membuatmu menjadi orang yang lebih baik.

Ketiga ; Pensil selalu memberikan kita kesempatan untuk menggunakan penghapus untuk memperbaiki kata-kata yang salah . oleh karena itu memperbaiki kesalahan kita dalam hidup ini, bukanlah hal yang buruk. Itu bisa membantu kita untuk tetap berada pada jalan yang benar.

Keempat ; Bagian yang paling penting dari sebuah pensil bukanlah bagian luarnya, melainkan arang yang ada didalam sebuah pensil. Oleh sebab itu selalulah berhati-hati dan menyadari hal-hal yang ada di dalam dirimu.

      Kelima ; Sebuah pensil selalu meninggalkan tanda atau goresan. Seperti juga kamu, kamu harus sadar kalau apapun yang kamu perbuat dalam hidup ini akan meninggalkan kesan. Oleh karena itu selalulah hati-hati dalam berucap dan bertindak.  

 

Rate this item
(0 votes)

4 comments

  • Untari Setyaningsih

    Indah sekali nasehat dari keteladan prinsip pensil. Semoga sebagai individu kita selalu sadar bahwa kita adalah makhluk Allah yg setiap langkah kita diawasi oleh-Nya. Pada setiap tujuan hidup kita, proses untuk perbaikan diri menjadi kunci dari segalanya.

    posted by Untari Setyaningsih Jumat, 11 Desember 2015 21:05 Comment Link
  • jihan

    subhanallah......mantap sekali hikmah yang dapat kita ambil sebagai pelajaran dalam kehidupan,memang kelima prinsip tersebut sangat perlu bagi kita untuk mengaplikasikannya dalam kehidupan ini.semoga kita bisa melaksanakan lima prinsip itu dengan baik...udah dulu ya cooment nya nanti disambung lagi good bye......

    posted by jihan Rabu, 18 November 2015 11:30 Comment Link
  • amanda

    ketenangan memang sngat di butuhkan oleh karena itu kita harus meneladani filosofi lima prinsip hidup yang diajarkan dari sebuah pensil

    posted by amanda Rabu, 18 November 2015 11:24 Comment Link
  • Nurbaiti

    Masya Alloh Laa quwwata illa billah... Hmmm... cukup menarik dari apa yg nasihatkan oleh sang Nenek kepada cucunya tentang 5 prinsip kehidupan. Kita ini adalah pensil, pensil ini adalah kita. Kita ini adalah Buku, Buku itu adalah kita. Kita ini adalah sejarah, dan sejarah itu adalah kita. Kita itu adalah Masjid, dan masjid itu adalah kita. Kita itu adalah Kuburan, dan kuburan itu adalah kita. Kita ini pemimpin, dan pemimpin itu adalah kita. Kita adalah KITAB yang berjalan... IQRO KITABAKA KAFAA BINAFSIKAL YAUMA 'ALAYKA HASIIBA... AL AYYAAMU SHOHAA-IFA AJAALAKUM.. KULLUKUM ROO'IN WA KULLUKUM MAS-UULUN 'AN RO'IYYATIH...QOLBUL MU'MINI BAYTULLOH...pensil berfungsi untuk menulis, kita pun detik demi detik sedang menulis dalam catatan usia kehidupan kita, Buku berfungsi sebagai wadah/tempat yang ditulisi sesuatu. Kita ini pun adalah buku dari amal perbuatan kita yg kelak akan diberikan buku itu dari 2 kemungkinan yaitu dari arah sebelah kanan dan kemungkinan dr belakang punggung, ini tergantung amal kita. Ingat akan Dawuh Gusti Alloh Zat Yang Wajib adanya berfirman: FA AMMA MAN UTIYA KITABAHU BIYAMIINIH FASAUFA YUHAASABU HISAABAN YASIIROO... WA AMMA MAN UUTIYA KITABAHU WAROO-A ZHOHRIH FASAUFA YAD'UU TSUBUUROO WA YASLAA SA'IIYROO...(Al-Insyiqoq:7-11) Kita adalah kuburan dan kuburan itu adalah kita, kita itu adalah mayyit yg berjalan, jika kita tdk isi hati ini dgn zikrulloh. Ingat Dawuhnya Nabiyulloh Muhammad Rosululloh SAW MATSALULLADZINA YADZKURUNALLOHA WAL LADZINA LAA YADZKURUNALLOHA KAMATSALIL HAYYI WAL MAYYIT... ayam yg kita makan, ikan yg kita makan, bebek yg kita makan, kambing yg kita makan, sapi, kerbau, domba, cumi2 yg kita makan dan masuk ke dalam perut kita, maka perut kita ini adalah kuburan bagi hewan yg kita makan... kita ini sejarah, sejarah ini ya kita... kita akan dikenang oleh org2 terdekat kita, paling tidak kitapun di akhirat nanti akan diperlihatkan sejarah perjalanan hidup kita. Karena dari itu buat sejarah yg baik agar ditulis dengan tinta berlian oleh generasi 100 tahun setelah kita. Apa yg saya tulis ini hanya sekedar komentar, tiada bermaksud menggurui atau sok tau... skedar renungan tambahan. Wassalaamu 'ala manittaba'al Huda Wassalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh

    posted by Nurbaiti Minggu, 15 November 2015 21:14 Comment Link

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.