Alfalahiyyah

MANFAAT JENGKOL BAGI KESEHATAN

16 November 2014, 5:10 pm

Oleh : Karnina Maryam (Bendahara DPK Kelas II)

Jengkol dikenal dengan baunya yang tajam dan khas. Sering dimasak sebagai hidangan pelengkap saat makan, dan sangat diminati apalagi sebagai menu lalapan. Namun bau mulut setelah makan jengkol dan bau air seni, kadang mengurangi rasa percaya diri dan mengganggu pengguna wc lainnya.

Dibalik aroma  baunya yang tajam dan tidak sedap, ternyata jengkol memiliki manfaat yang luar biasa bagi kesehatan belum banyak diketahui banyak orang, berikut ini beberapa manfaat yang terkandung pada jengkol ;

1.     Membentuk Jaringan Tubuh. 

Jengkol mengandung protein yang tinggi, bermanfaat dalam membentuk jaringan tubuh. Asam amino yang terkandung dalam protein, berperan dalam pembentukan jaringan tubuh. Protein mengendalikan proses pembentukan sel baru, saat adanya kerusakan di bagian sel tertentu dalam tubuh. Kandungan protein yang tinggi, dapat anda temukan pada kacang kedelai, kacang hijau dan jengkol.

 

2.     Mengatasi Perut Buncit.

Jengkol merupakan salah satu jenis makanan yang mengandung serat tinggi. Dengan serat itu, maka proses pencernaan dalam tubuh akan lebih mudah dan lancar. Tahukah anda? Bahwa susah buang air besar adalah salah satu penyebab yang memicu perut buncit. Dan manfaat jengkol dalam melancarkan buang air besar akan mengatasi pemicu terbentuknya perut buncit.

 

3.     Mencegah Anemia.

Anemia adalah keadaan saat seseorang kekurangan sel darah merah, karena kurangnya produksi sel darah merah dalam tubuh. Kurangnya produksi itu dipicu oleh kurangnya suplai oksigen dan zat besi ke dalam tubuh. Jengkol mengandung zat besi yang dapat bermanfaat memicu produksi sel darah merah, dan mencegah anemia. Bagi anda para wanita, mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi saat sedang menstruasi adalah hal yang sangat disarankan. Saat anda kehilangan banyak darah karena mentruasi, maka penuhilah kebutuhan zat besi bagi tubuh anda. Salah satu makanan yang mengandung zat besi itu adalah ”jengkol’

 

(asal jangan makan terlalu banyak ya.... nanti kejengkolan !)

INI YANG TERJADI DI PERUT SAAT MENGKONSUMSI MIE INSTAN

16 November 2014, 4:47 pm

Oleh : Titin Astiati (DPKU MI Al-Falahiyyah)

 

Makan makanan mie instan kian populer, terutama bagi mereka yang membutuhkan waktu cepat atau pengeluaran yang kecil, terutama pelajar dan mahasiswa. Dan mie biasanya menjadi pilihan utama untuk menghilangkan rasa lapar.

Namun tahukah anda, jika terlalu sering mengkonsumsi makanan cepat saji ini bisa merusak tubuh kita dari dalam ? Selain itu penyakit-penyakit berbahaya juga kerap mengintai, seperti kanker. Tentunya kita tidak ingin terkena penyakit berbahaya bukan?

Dr. Braden Kuo dari Massachusetts General Hospital melakukan percobaan pertama, untuk menemukan apa yang terjadi  di perut dan saluran pencernaan setelah anda makan mie instan  dengan menggunakan kamera seukuran pil dan temuan itu cukup mengerikan dan mengejutkan.

Hasilnya menunjukkan, jika mie instan dalam perut setelah dua jam dikonsumsi masih utuh, tidak seperti mie buatan sendiri sebagai perbandingannya. Ini adalah keprihatinan, mengingat banyak orang terutama anak-anak yang mengkonsumsi mie instan.

Hal ini membuat tekanan tambahan pada sistem pencernaan anda, akibat proses yang begitu lama untuk melarutkan makanan, ditambah kurangnya serat dalam makanan mie instan ini. Demikian juga nutrisi yang sangat rendah diserap akibat proses mencerna makanan begitu lama.

Dalam kasus mie instan diproses dalam saluran pencernaan ini, bukan karena nutrisi yang sangat sedikit dalam kandungan mie, melainkan banyaknya zat aditif, termasuk pengawet beracun tersier-butil hidrokuimon (TBHQ). Jika zat aditif tetap dalam saluran pencernaan begitu lama bersama-sama dengan mie akan sulit larut, anda hanya bisa berasumsi apa yang dapat dilakukan untuk kesehatan anda.

Meskipun TBHQ  adalah produk sampingan dari minyak bumi, dan sering disebut sebagai ”anti oksidan”, penting untuk memahami bahwa itu adalah bahan kimia sintetik dengan sifat oksidan dan bukan anti oksidan alami. Dan banyak ditambahkan dalam makanan, mulai dari biskuit, keripik dan makanan cepat saji lainnya seperti nugget.

Hal ini juga ditambahkan ke pernis (pengkilap cat), dan produk pestisida serta kosmetik dan parfum untuk meningkatkan stabilitas dan mengurangi tingkat penguapan. Hanya satu gram TBHQ dapat menyebabkan ; mengigau, sesak napas, mual dan muntah, telinga berdengung (tinnitus) dan pingsan.

Menurut ENVIRONMENTAL WORKING GROUP (EWG), resiko kesehatan yang berhubungan dengan konsumsi TBHQ secara terus menerus berdasarkan studi hewan meliputi efek pada hati dengan dosis sangat rendah mutasi positif dari tes-in vitro pada sel mamalia, perubahan bio kimia pada dosis yang sangat rendah dan efek reproduksi pada dosis tinggi.

Sebuah studi baru yang diterbitkan dalam JOURNAL OF NUTRITION menemukan bahwa wanita yang mengkonsumsi mie instan lebih beresiko mengalami sindrom metabolik. Dan sekitar 68% wanita yang mengkonsumsi mie instan lebih dari dua kali dalam seminggu mereka lebih sering terkena obesitas. Tekanan darah tinggi, peningkatan gula darah, trigliserida meningkat dan tingginya tingkat kolesterol HDL.

Salah satu alasan yang cukup kuat untuk menghindari mie instan adalah adanya monosodium glutamat (MSG) yang bisa merusak atau mematikan sel saraf otak, yang dapat menyebabkan berbagai disfungsi otak, berpotensi mendorong atau memperburuk ketidakmampuan belajar, sulit fokus, penyakit alzheimer, parkinson, penyakit hou gekrig dan banyak lagi.

Jadi masihkah anda ingin mengkonsumsi mie instan yang banyak beredar di pasar? Jika anda peduli dengan kesehatan anda dan anak anda untuk masa depannya, stop mengkonsumsinya mulai dari sekarang !

Lima Unsur Terpadu Kepramukaan

16 November 2014, 2:59 pm

Filosofi Pohon Bambu

16 November 2014, 2:15 pm

Oleh ; Eka Fadhiel Ibrahim

Tahukah anda bahwa ternyata pohon bambu tidak menunjukkan pertumbuhan berarti kurang lebih selama 5 (lima) tahun pertama. Walaupun setiap hari diberikan pupuk dan tersiram dengan rajin, tumbuh kembangnya pun hanya beberapa centimeter saja. Namun setelah lima tahun, maka pertumbuhan pohon bambu tidak dapat dibendung, ia mambpu tumbuh begitu pesat dan ukurannya tak hanya lagi centimeter melainkan meter. Dan itu hanya terjadi dalam hitungan minggu kawan.

Sebetulnya apa gerangan yang terjadi dengan fenomena sebuah pohon bambu ?

Ternyata, selama kurun waktu lima tahun pertama, ia mengalami pertumbuhan hebat pada akar, dan bukan pada batang. Pohon bambu sedang menyiapkan pondasi yang sangat kuat untuk menopang ketinggiannya yang akan tumbuh sekitar berpuluh-puluh meter.

Bayangkan dan khayalkan apa yang akan terjadi jika pohon bambu tidak memiliki akar yang kuat untuk menopang ketinggiannya? Tentu, dengan sedikit tiupan angin saja akan membuatnya tumbang.

 Pesan Moral

Jika anda sedang atau sudah mengalami kegagalan dan merasa jauh sekali dari hasil yang anda inginkan dan harapkan, sebenarnya bukan berartu anda tidak mengalami perkembangan. Justru anda sedang mengalami pertumbuhan yang luar biasa dasyhat di dalam diri anda. Mental anda sedang ditempa dan dipersiapkan menuju kesuksesan anda.

Ketika anda lelah, resah bahkan hampir ingin menyerah dalam mengatasi keras dan kejamnya kehidupan. Tetaplah semangat dan petiklah hikmah dari pelajaran moral sebuah pohon bambu ini. jika kita cepat putus asa maka hanya akan memberikan kita kehampaan atau kesia-siaan belaka atas kerja keras yang selama ini telah kita lakukan. Sehingg akhirnya kita tak dapat memetik manisnya hasil perjuangan  selama ini.

Sebagai insan, yang dianugerahi Tuhan sebuah akal, budi dan perasaan, seyogyanya kita harus belajar dari pohon bambu yang mana hampir seluruh bagiannya memiliki manfaat. Begitupula kita sebagai manusia, peran kita di dunia ini adalah sebagai khalifah. Maka setiap tindakan, baik perkataan, perbuatan dan pikiran yang kita lakukan hendaknya baik dan berdampak baik pula bagi sesama mahkluk ciptaan-Nya.

Buya Hamka berkata; “Kalau hidup hanya sekedar hidup, babi di hutan juga hidup. Kalau kerja sekedar kerja, kera pun juga bekerja”

Maka jadilah manusia yang dapat memberikan manfaat bagi lainnya. Tak hanya sekedar hidup, tapi menghidupkan, tak hanya bekerja tapi bekerja berlandaskan ibadah. Karena semua tentu akan kembali kepada niat kita dalam melakukan sebuah tindakan.

Jika anda amati, ketika pohon bambu terterpa angin kencang , dia akanmerunduk. Dan setelah hembusan angin berlalu, dia pun akan tegak kembali. Seperti perjalanan hidup seseorang manusia, pastilah tidak lepas dari musibah, rintangan. Jadilah seperti pohon bambu! Fleksibelitas pohon bambu mengajarkan kita sikap hidup yang berpijak pada kokohnya keteguhan hati dalam menjalani hidup, walau penuh rintangan dan cobaan namun tidak kaku, pasrah, bahkan putus asa.  

Sebuah pohon bambu setelah tunasnya tumbuh keluarlah rebung. Hal ini mengajarkan bagaimana kita perlu sebuah PROSES untuk menjadi lebih baik dengan kesabaran, ketekunan, kegigihan dalam berusaha. Sukses hidup dicapai melalui PROSES, dan bukan sesuatu yang INSTAN yang dengan mudah tercipta.

Sobat, tidak ada kata menyerah untuk terus tumbuh dan berkembang, tak ada alasan untuk berlama-lama terpendam dalam keterbatasan, tak ada alasan berdiam diri meratapi kepediahn nasib yang tersurat, karena bagaimanapun pertumbuhan harus diawali dari kemampuan untuk mempersiapkan diri dalam kondisi yang paling sulit dan rumit sekalipun. Maka siapkanlah diri anda untuk menerima segala kemungkinan yang akan terjadi nanti, entah baik atau buruk sekalipun.

Jangan pernah menyesali setiap detik-detik kehidupan yang telah ditakdirkan Tuhan untukmu. Tetap optimis dan singkirkan segala pikiran pesimis dalam meraih kesuksesan. Teruslah melangkah, teruslah berusaha nikmati setiap getir kehidupan. “hari hari yang baik akan memberi kebahagian dan Hari-hari yang buruk akan memberi pengalaman”

Pastikan dalam lima tahun mendatang, hidup kita akan MENJULANG TINGGI dan menjadi PEMBERI BERKAH bagi sesama.  

Jangan Takut Menghadapi Kesulitan

15 November 2014, 10:12 am

Oleh : Mochammad Reza Amiruddin, S.Ag

 

(Ketua Umum Yayasan BPI Al-Falahiyyah)

“Bukanlah kesulitan yang membuat kita TAKUT,

tapi ketakutanlah yang membuat kita SULIT”

“Karena itu jangan pernah mencoba untuk menyerah

dan jangan pernah menyerah untuk mencoba”

“Maka janganlah katakan kepada Allah, aku punya masalah “BESAR”,

 

Namun katakanlah pada masalah; Aku punya Allah yang MAHA BESAR”

Lima Prinsip Hidup Yang Bisa Membuat Hidup Tenang

15 November 2014, 9:51 am

Oleh ; Aby Cecep supandi, S.Pd.I (Wali Kelas V MI Al-Falahiyyah)

Seorang anak bertanya kepada neneknya yang sedang menulis sebuah surat. “Nenek lagi menulis tentang pengalaman kita ya ? atau tentang aku ?” Mendengar pertanyaannya si cucu, sang nenek berhenti menulis dan berkata kepada cucunya. “Sebenarnya nenek sedang menulis tentang kamu, tapi ada yang lebih penting dari isi tulisan ini yaitu pensil yang nenek pakai”. “Nenek harap kamu bakal seperti pensil ini ketika kamu besar nanti”, ujar si nenek.

Mendengar jawaban ini, si cucu kemudian melihat pensilnya dan bertanya kembali kepada si nenek ketika dia melihat tidak ada yang istimewa dari sebatang pensil yang nenek pakai. “Tapi nek, sepertinya pensil itu sama saja dengan pensil yang lainnya” ujar si cucu.

Si nenek kemudian menjawab “Itu semua tergantung bagaimana kamu melihat pensil ini”. “Pensil ini mempunyai lima kualitas yang bisa membuatmu selalu tenang dalam menjalani hidup, kalau kamu selalu memegang prinsip-prinsip itu didalam hidup ini”. Si nenek kemudian menjelaskan lima kualitas dari sebuah pensil.

Pertama ; Pensil mengingatkan kamu kala kamu bisa berbuat hal yang hebat dalam hidup ini. Layaknya sebuah pensil kala menulis, kamu jangan pernah lupa kalau tangan yang selalu membimbing langkah kamu dalam hidup ini. Kita menyebutnya tangan Tuhan. Dia akan selalu membimbing kita menurut kehendak-Nya.

Kedua : Dalam proses menulis, nenek kadang beberapa kali harus berhenti dan menggunakan rautan untuk menajamkan kembali pensil nenek. Rautan ini pasti akan membuat pensil menderita. Tapi setelah proses meraut selesai, si pensil akan mendapatkan ketajamannya kembali. Begitu juga dengan kamu, dalam hidup ini kamu harus berani menerima kesusahan dan penderitaan, karena merekalah yang akan membuatmu menjadi orang yang lebih baik.

Ketiga ; Pensil selalu memberikan kita kesempatan untuk menggunakan penghapus untuk memperbaiki kata-kata yang salah . oleh karena itu memperbaiki kesalahan kita dalam hidup ini, bukanlah hal yang buruk. Itu bisa membantu kita untuk tetap berada pada jalan yang benar.

Keempat ; Bagian yang paling penting dari sebuah pensil bukanlah bagian luarnya, melainkan arang yang ada didalam sebuah pensil. Oleh sebab itu selalulah berhati-hati dan menyadari hal-hal yang ada di dalam dirimu.

      Kelima ; Sebuah pensil selalu meninggalkan tanda atau goresan. Seperti juga kamu, kamu harus sadar kalau apapun yang kamu perbuat dalam hidup ini akan meninggalkan kesan. Oleh karena itu selalulah hati-hati dalam berucap dan bertindak.  

 

oleh ; Aby M. Aceng Majri, S.Pd.I (Kamad MI Al-Falahiyyah)

 

Ini adalah kisah dua sahabat yang terpisah cukup lama : Ahmad dan Zainal. Ahmad ini pintar, cerdas, tapi kurang beruntung secara ekonomi. Sedangkan Zainal adalah sahabat yang biasa saja, tapi keadaan orang tuanya mendukung karir masa depan.

Keduanya bertemu di tempat istimewa koridor tempat wudhu, koridor toilet sebuah masjid megah dengan arsitektur yang cantik, pemandangan pegunungan dengan kebun teh yang terhampar hijau di bawahnya. sungguh indah mempesona.

Zainal sudah menjelma menjadi seorang manager kelas menengah, necis perlente tetapi tetap menjaga kesholehannya. Setiap keluar kota, ia menyempatkan singgah di masjid kota yang ia singgahi. Untuk memperbaharui wudhu dan sujud syukur. Syukur masih mendapat waktu yang diporbolehkan sholat sunnah, maka ia sholat sunnah sebagai tambahan.

Ia tiba di puncak Bogor, mencari masjid sembari menepikan mobilnya dan bergegas masuk ke masjid yang ia temukan. Disanalah ia temukan Ahmad, “Terperangah”. Ia tahu sahabatnya ini meski dari keluarga tak berada, tapi pintar luar biasa. Zainal tak menyangka bila berpuluh tahun kemudian ia temukan Ahmad sebagai merbot masjid.

Maaf, kamu Ahmad kan? Ahmad kawan sekolah menengah dulu? Yang disapa tak kalah mengenali keduanya berpelukan. “Keren sekali kamu ya mas…. mantap….” Zainal terlihat masih dalam keadaan berdasi, lengan yang digulung untuk persiapan wudhu, menyebabkan jam ber-merk terlihat oleh Ahmad. “Ah, biasa saja” Zainal menaruh iba. Ahmad dilihatnya sedang memegang kain pel, khas merbot, celana digulung dan peci mendongak hingga jidat lebar terlihat jelas.

“Mad… ini kartu nama saya…” Ahmad melihat “Manager Area ….” Wah keren!! “Mad, selesai sholat, kita berbincang ya? Maaf, kalau kamu berminat, di kantor saya ada pekerjaan yang lebih baik dari sekedar merbot di masjid ini. maaf …..” Ahmad tersenyum, ia menggangguk. “Terima kasih ya… nanti kita ngobrol.

Sambil wudhu, Zainal tak habis pikir mengapa Ahmad yang pintar, kemudian harus terlempar dari kehidupan normal. Ya, meskipun tak ada yang salah dengan pekerjaan sebagai merbot masjid, tapi merbot… ah, pikirannya tidak mampu membenarkan. Zainal menyesalkan kondisi negeri ini yang tak berpihak kepada orang yang sebenarnya memiliki talenta dan kecerdasan, namun miskin.

Air wudhu membasahi wajah… Sekali lagi Zainal melewati Ahmad yang sedang bebersih. Andai saja Ahmad mengerjakan pekerjaan ini diperkantoran, maka sebutannya bukan merbot melainkan “office boy”.

Tanpa sadar ada yang sholat dibelakang Zainal. Tampaknya sholat sunnah. Ya , Zainal sudah menunaikan sholat fardhu di masjid sebelumnya. Zainal sempat melirik “Barang kali ini kawannya Ahmad”. Zaenal menyelesaikan do’a secara singkat, ingin segera berbincang dengan Ahmad.

“Pak”, tiba-tiba anak muda yang sholat belakangnya menyapa “iya mas..? “

“Bapak kenal dengan bapak Insinyur Haji Ahmad..? “Insinyur haji Ahmad?”

“Ya Insinyur Haji Ahmad…”  “Insinyur Haji Ahmad yang mana..?”

“Itu yang barusan bincang dengan bapak..”

“oh… Ahmad ….. iya kenal, kawan saya dulu di SMP. sudah Haji?

“Dari dulu sudah haji pak; dari sebelum beliau bangun masjid ini. Kalimat datar yang cukup menampar hati Zainal…. sudah haji… dari sebelum bangun masjid ini ….

Anak muda tersebut menambahkan, “Beliau orang hebat Pak, tawadhu. ”Sayalah merbot asli di masjid ini”. “Saya karyawan beliau. Beliau yang bangun masjid ini, di atas tanah pribadi. Beliau bangun masjid indah ini sebagai transit bagi siapapun yang hendak sholat. Bapak lihat mall megah di bawah sana? juga hotel indah disebrangnya? itu semua milik beliau…. Tapi beliau lebih suka menghabiskan waktunya disini. Bahkan salah satu kesukaannya, senang menggantikan posisi saya. Karena suara saya bagus, kadang saya diminta mengaji dan azan saja…” Wah, … entah apa yang ada di hati dan pikiran Zainal.

Jika Zainal adalah kita, mungkin saat bertemu kawan lama yang sedang bersihkan toilet, segera beritahu posisi kita, siapa kita yang sebenarnya. Atau jika kita adalah Ahmad, kawan lama menyangka kita merbot masjid, kita akan menyangkal, lalu menjelaskan secara detail begini dan begitu. Sehingga tahulah bahwa kita adalah pemilik, pewakaf dan yang membangun masjid.

Kita bukan Haji Ahmad, ia selamat dari rusaknya nilai amal, tenang dan adem. Haji Ahmad merasa tidak perlu menjelaskan. Dan kemudian ALLAH yang memberi tahu siapa sebenarnya.

“ Orang yang ikhlas adalah orang yang menyembunyikan kebaikannya, seperti ia menyembunyikan keburukannya” .

Hidup Adalah Proses Belajar

15 November 2014, 9:19 am

Oleh : Umy Fitriah, S.Pd.I (Wali Kelas I MI Al-Falahiyyah)

Kita pernah “’DILUKAI”

Dan mungkin pernah “MELUKAI”

Tapi karena itu kita “BELAJAR”

Tentang bagaimana cara menghargai, menerima , berkorban dan perhatian.

 

Kita pernah “DIBOHONGI”

Dan mungkin pernah “MEMBOHONGI”

Tapi dari itu kita belajar tentang “KEJUJURAN”

 

Andaikan kita tidak pernah melakukan kesalahan dalam hidup ini,

Mungkin kita tidak pernah belajar arti dari “MEMINTA MAAF” dan “MEMOHON MAAF”

 

Setiap waktu yang telah kita habiskan dalam hidup ini, tidak akan terulang kembali.

Namun ada satu hal yang masih bisa kita lakukan yaitu “BELAJAR” dari masa lalu untuk

hari esok yang lebih baik.

 

Hidup Adalah Proses.

Hidup Adalah Belajar.

Tanpa Ada Batas Umur.

Tanpa Ada Kata Tua.

 

Jatuh, Berdiri Lagi.

Kalah, Mencoba Lagi.

Gagal, Bangkit Lagi.

 

Sampai Allah SWT memanggil. “waktunya PULANG ke Rahmatullah”.

Garam Dan Telaga

13 November 2014, 3:31 pm

 

Oleh : Umy Dahliah, S.Pd.I (Wali Kelas II MI Al-Falahiyyah)

 

Suatu ketika, hiduplah seorang tua yang bijak. Pada suatu pagi datanglah seorang anak muda yang sedang dirudung masalah. Langkahnya gontai dan raut mukanya lusuh. Tamu itu memang tampak seperti orang yang tidak bahagia.

Tanpa membuang waktu, orang itu menceritakan semua masalahnya. Pak tua yang bijak hanya mendengarkannya dengan seksama. Ia lalu mengambil segenggam garam, dan meminta tamunya untuk mengambil segelas air. Ditaburkannya garam itu ke dalam gelas, lalu diaduknya perlahan.

“Coba minum ini dan katakan bagaimana rasanya”, ujar pak tua itu.

“Pahit, pahit sekali”, jawab sang tamu sambil meludah ke samping.

Pak tua sedikit tersenyum, ia lalu mengajak tamunya ini untuk berjalan ke tepi telaga di dalam hutan dekat tempat tinggalnya. Kedua orang itu berjalan berdampingan dan akhirnya sampailah mereka ke tepi telaga yang tenang itu.

Pak tua lalu kembali menaburkan segenggam garam ke dalam telaga itu. Dengan sepotong kayu dibuatnya gelombang mengaduk aduk dan tercipta riak air, mengusik ketenangan air telaga itu“Coba ambil air dari telaga ini, dan minumlah. Saat tamu itu selesai meneguk air itu, pak tua berkata lagi.

“Bagaimana rasanya?”.

“Segar” sahut tamunya.

“Apakah kamu merasakan garam di dalam air itu?” Tanya pak tua.

“Tidak”, jawab si anak muda.

Dengan bijak pak tua itu menepuk-nepuk punggung si anak muda, ia lalu mengajaknya duduk berhadapan, bersimpuh di tepi telaga itu.

“Anak Muda dengarlah “ ucapnya.

“Pahitnya kehidupan adalah layaknya segenggam garam, tak lebih dan tak kurang, jumlah      dan rasa pahit itu adalah sama dan memang akan tetap sama. Tapi kepahitan yang kita rasakan, akan sangat tergantung dari wadah yang kita miliki, kepahitan itu, akan didasarkan dari perasaan tempat kita meletakkan segalanya. Itu semua akan tergantung pada hati/qalbu kita, jadi saat kamu merasakan kepahitan dan kegagalan hidup, hanya ada satu hal yang bisa kamu lakukan. Lapangkanlah dadamu, luaskanlah hatimu dalam menerima semuanya untuk menampung setiap getir kepahitan itu”.

Pak tua itu lalu kembali memberi nasehat;

“Hatimu adalah wadah itu. Perasaanmu ada di tempat itu, qalbumu adalah tempat kamu menampung segalanya, jadi jangan jadikan hatimu seperti gelas, buatlah laksana telaga yang mampu meredam setiap kepahitan itu dan merubahnya menjadi kesegaran dan kebahagiaan”.

 

Keduanya lalu beranjak pulang, mereka sama-sama belajar hari itu. Dan pak tua, si orang bijak itu kembali menyimpan “segenggam garam” untuk anak muda yang lain, yang sering datang padanya membawa keresahan jiwa.  

PENYAKIT HATI KRONIS BERNAMA “SOMBONG”

13 November 2014, 3:25 pm

Dituturkan oleh Habibah, S.Pd.I

Wakil Wali kelas II ( Dua ) MI. Al Falahiyyah

 

Sombong adalah penyakit hati yang sering menghinggapi kita semua, benih - benihnya kerap muncul tanpa kita sadari. Ditingkat pertama, Sombong disebabkan oleh faktor materi, kita merasa lebih kaya, lebih rupawan dan lebih terhormat darpada orang lain.

Di tingkat kedua, sombong disebabkan oleh faktor kecerdasan kita merasa lebih pintar, lebih ahli, lebih kompeten dan lebih berwawasan dibandingkan orang lain.

Di tingkat ketiga, sombong disebabkan faktor kebaikan. Kita sering menganggap diri kita lebih bermoral, lebih pemurah dan lebih rukun dibandingkan orang lain.

Yang menarik, semakin tinggi tingkat kesombongan semakin sulit pula kita mendeteksinya. Sombong karena materi sangat mudah terlihat, namun sombong karena kecerdasan apalagi sombong karena kebaikan, sulit terdeteksi karena sering kali hanya berbentuk benih -benih halus didalam batin kita.

Cobalah setiap hari, kita memeriksa batin kita, pikiran kita. Kita ini manusia hanya seperti debu yang suatu saat akan hilang dan lenyap, MENINGGAL !

 

Kesombongan hanya milik Sang Pencipta Allah Azza Wa Jalla.